SAN FRANCISCO — Rangkaian agenda internasional Pertamuda Seed & Scale 2025 berlanjut dengan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco, Amerika Serikat. Pertemuan ini menjadi jembatan krusial bagi para pendiri startup muda untuk memahami dinamika pasar global langsung dari perwakilan pemerintah di luar negeri.
Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, menyambut langsung kehadiran para delegasi mahasiswa tersebut. Dalam suasana diskusi yang konstruktif, pihak KJRI memberikan wawasan mengenai peluang kolaborasi, akses jejaring bisnis, hingga bentuk dukungan diplomatik yang dapat dimanfaatkan startup nasional untuk menembus pasar Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran pejabat KJRI lainnya, yakni Consul for Economic Affairs Ali M Sungkar, Consul for Information & Sociocultural Affairs Monica Sonya Maria Purba, serta Vice Consul for Economic Affairs Fanny J Perdani. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal inovasi anak bangsa di level dunia.
Inovasi Mahasiswa dari ITB hingga Unsoed di Panggung Global
Tujuh startup yang masuk dalam kategori TOP 3 Pertamuda mempresentasikan inovasi mereka di hadapan para diplomat. Delegasi ini membawa beragam solusi teknologi dari berbagai kampus ternama di Indonesia, antara lain:
- Drillytics (Institut Teknologi Bandung): Diwakili Khairunisa Aulia Rahma.
- Cargovision (Institut Teknologi Bandung): Diwakili Alessandro Jusack Hasian.
- NauticalNurture (Universitas Airlangga): Diwakili Albert Rafael.
- Orionex (Universitas Gadjah Mada): Diwakili Bellatrix Antameng.
- Terangin (Institut Teknologi Sepuluh November): Diwakili Muhammad Hanif.
- Velaaris (Universitas Indonesia): Diwakili Marchell Manullang.
- Hieren (Universitas Jenderal Soedirman): Diwakili Rafi Ashza Sejati.
Pendampingan selama di Amerika Serikat dipimpin oleh Senior Expert Non-Government Relations PT Pertamina (Persero), Audy A Nasution, bersama Project Director Pertamuda Seed and Scale, Grace Jeanie.
Sinergi BUMN dan Diplomasi untuk Daya Saing Startup
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa kolaborasi lintas ekosistem antara BUMN dan perwakilan RI di luar negeri adalah kunci sukses ekspansi global. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing startup mahasiswa di tengah ketatnya kompetisi teknologi dunia.
“Kami meyakini bahwa sinergi lintas ekosistem, termasuk dengan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, akan menjadi faktor kunci dalam memperluas akses dan memperkuat daya saing startup Indonesia di pasar global,” ujar Muhammad Baron.
Menurutnya, kehadiran delegasi di forum internasional seperti ini merupakan upaya berkelanjutan Pertamina untuk membuka ruang bagi generasi muda. Program ini tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut pada fase pembinaan, mentoring, dan pemberian eksposur internasional.
Kolaborasi Strategis dengan Jaringan PERMIAS
Kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dengan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS). Sejumlah mahasiswa dari UC Berkeley dan Academy of Arts turut hadir, di antaranya Janice Leang, Sean Hendrata, Jayden Surjanto, Maulana Adzima, dan Jessica Siek.
Interaksi dengan sesama mahasiswa yang menempuh studi di Amerika Serikat diharapkan mampu memberikan perspektif lokal mengenai ekosistem startup di kawasan Silicon Valley dan sekitarnya. Diskusi strategis ini membuka ruang bagi para delegasi untuk lebih adaptif terhadap tantangan pasar luar negeri yang dinamis.
Program Pertamuda yang diinisiasi oleh PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen menjadi wadah pengembangan wirausaha muda, khususnya pada sektor energi dan teknologi. Melalui dukungan lintas negara yang semakin solid, inovasi mahasiswa Indonesia diharapkan mampu memberikan solusi nyata di tingkat dunia.