JEMBRANA — Fenomena terdamparnya mamalia laut raksasa kembali menggegerkan warga pesisir Bali barat. Seekor paus sperma ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Pantai Anyarsari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana. Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh warga setempat, I Putu Pulasari, sekitar pukul 14.00 WITA.
Kabar penemuan tersebut memicu gelombang kedatangan ratusan warga yang ingin melihat langsung dari dekat. Lokasi bangkai yang berada di pesisir membuat area pantai segera dipadati masyarakat, sehingga petugas harus melakukan pengamanan ketat untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Penyebab Kematian Paus Masih Menunggu Hasil Autopsi
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan dokter hewan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian paus betina tersebut. Pemeriksaan medis secara menyeluruh dijadwalkan berlangsung pada Rabu besok guna menganalisa kondisi biologis mamalia tersebut sebelum diputuskan untuk dikubur.
"Untuk penyebab kematiannya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan lagi oleh dokter hewan besok," kata Kapolsek Melaya, Komisaris Polisi (Kompol) I Ketut Sukadana, Selasa malam.
Setelah proses autopsi atau pemeriksaan medis rampung, otoritas setempat berencana segera mengeksekusi bangkai paus di lokasi. Langkah ini diambil untuk mencegah polusi udara dan bau tidak sedap yang dapat mengganggu lingkungan sekitar pemukiman warga jika bangkai dibiarkan terlalu lama di ruang terbuka.
"Besok bangkai paus ini akan kami kubur setelah pemeriksaan menyeluruh dari dokter hewan untuk menganalisa penyebab kematiannya," tambah Sukadana.
Sempat Terlihat Bergerak 100 Meter dari Bibir Pantai
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, paus tersebut diduga masih dalam keadaan hidup saat pertama kali terdeteksi. Posisinya saat itu berada sekitar 100 meter dari garis pantai. Sejumlah warga yang menonton mengaku melihat bagian tubuh mamalia raksasa itu bergerak-gerak di tengah deburan ombak.
Namun, kondisi kesehatan paus tersebut tampaknya terus menurun. Saat air laut mulai surut, pergerakan paus perlahan berhenti hingga akhirnya mamalia itu terdampar sepenuhnya dengan posisi kepala menghadap ke arah laut dalam keadaan mati.
"Paus ini berada sekitar 100 meter dari pantai. Warga yang menonton sempat melihatnya bergerak-gerak, yang diduga saat awal ditemukan masih hidup," terang Sukadana menjelaskan kronologi awal penemuan.
Guna memastikan area sterilisasi dan kelancaran proses evakuasi besok, personel gabungan dari Polsek Melaya, Polairud, hingga TNI AL disiagakan di sepanjang Pantai Anyarsari. Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP Putu Suparta, menegaskan pemantauan akan dilakukan secara nonstop hingga proses penguburan bangkai paus benar-benar tuntas.