MANGUPURA — Pemerintah Kabupaten Badung mulai mengoperasikan RSUD Giri Asih di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, setelah mengantongi izin operasional resmi. Meski telah dibuka, rumah sakit ini untuk sementara hanya melayani penanganan darurat (emergency) dan belum bisa melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin langsung peninjauan kesiapan fasilitas tersebut pada Selasa (05/05/2026). Ia didampingi Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana serta sejumlah pejabat terkait untuk memastikan kelayakan sarana, alat kesehatan, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Kapan Pasien BPJS Bisa Dilayani di RSUD Giri Asih?
Masyarakat yang ingin menggunakan layanan BPJS Kesehatan di RSUD Giri Asih harus bersabar hingga akhir tahun ini. Manajemen rumah sakit bersama Dinas Kesehatan Badung saat ini tengah mengejar target akreditasi sebagai syarat mutlak kerja sama dengan pihak BPJS.
Proses untuk mendapatkan akreditasi tersebut dijadwalkan berlangsung dalam rentang waktu tiga bulan ke depan. Pemerintah daerah menargetkan seluruh layanan di rumah sakit ini sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan pada Oktober 2026 mendatang.
Izin operasional RSUD Giri Asih sendiri resmi terbit setelah pihak pengelola mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada akhir April lalu. Langkah ini menandai kesiapan fisik bangunan dan sistem penunjang rumah sakit untuk mulai menerima pasien secara bertahap.
Program Nak Badung Sehat Jadi Manfaat Tambahan
Selain layanan medis standar, Pemkab Badung telah merancang skema layanan khusus melalui program Manfaat Tambahan Nak Badung Sehat. Program yang digarap oleh Dinas Kesehatan ini diproyeksikan menjadi proteksi kesehatan ekstra bagi warga Badung yang menjalani pengobatan di fasilitas tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana menekankan agar jajaran manajemen RSUD Giri Asih serius dalam memberikan pelayanan maksimal sejak hari pertama beroperasi. Pihak legislatif mendorong agar rumah sakit ini mampu menjadi pusat rujukan kesehatan terbaik, khususnya bagi masyarakat di wilayah Badung Utara.
Peninjauan lapangan ini juga dihadiri Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Sekarini beserta jajaran Pimpinan Perangkat Daerah. Selain mengecek ruang IGD, rombongan juga memantau kesiapan instalasi alat kesehatan untuk memastikan standar pelayanan publik terpenuhi sebelum operasional penuh diberlakukan.