Petani Tembuku Bangli Minta Program Irigasi Inpres Berlanjut, 7.635 Meter Saluran Dipulihkan

Penulis: Gilang Permana  •  Rabu, 04 November 2026 | 06:48:01 WIB
Rehabilitasi irigasi di Bangli menjangkau 7.635 meter saluran di sembilan titik krusial.

BANGLI — Rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Bangli yang menelan anggaran bagian dari kontrak sekitar Rp134 miliar untuk tujuh kabupaten di Bali itu menyasar sembilan titik krusial. Total panjang penanganan di Bangli mencapai 7.635 meter, tersebar di Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel, dan Apuan.

Pekerjaan tersebut masuk dalam Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Pemerintah Daerah Wilayah Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Paket 1 Tahun Anggaran 2025. PT Hutama Karya (Persero) mengerjakan proyek yang menjangkau Klungkung, Gianyar, Bangli, Badung, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana.

Subak Tampuagan Kini Alirkan Air Tanpa Kendala

Saluran di Subak Tampuagan, Desa Peninjoan, sebelumnya kerap terganggu cuaca ekstrem dan longsor. Kini air mengalir lancar ke lahan pertanian warga setempat.

Kerusakan akibat longsor dan gerusan air membuat debit air menurun tajam. Perbaikan infrastruktur pengairan memulihkan volume aliran sekaligus menggairahkan kembali produktivitas pertanian di wilayah Tembuku.

Petani berharap program serupa berlanjut ke titik-titik lain yang belum tersentuh. Dengan pasokan air yang stabil, mereka menargetkan panen dua kali setahun.

Rp134 Miliar untuk Tujuh Kabupaten, Bangli Dapat Sembilan Titik

Nilai kontrak proyek mencapai sekitar Rp134 miliar dan mencakup tujuh kabupaten di Provinsi Bali. Intervensi dipusatkan pada jaringan utama yang selama ini menjadi penentu distribusi air ke subak-subak di hilir.

Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian penguatan ketahanan pangan daerah. Jaringan irigasi yang berfungsi optimal disebut menjadi kunci menjaga produksi padi di tengah tekanan cuaca ekstrem.

Di Bangli, kesembilan titik penanganan dipilih karena dinilai paling krusial. Kerusakan di lokasi-lokasi itu sebelumnya mengganggu aliran ke lahan warga di beberapa desa.

Target Panen Dua Kali Setahun Bergantung Debit Air

Bagi petani Tembuku, kelancaran aliran air menentukan jadwal tanam. Sebelum perbaikan, gangguan saluran memaksa mereka menunda masa tanam dan menanggung risiko gagal panen.

Dengan debit air yang kembali normal, pola tanam bisa disusun lebih pasti. Target panen dua kali setahun pun dinilai realistis bila pasokan air terjaga sepanjang musim.

Permintaan melanjutkan program irigasi datang dari kalangan petani yang melihat dampak langsung perbaikan saluran. Mereka berharap titik-titik yang belum ditangani mendapat perlakuan serupa pada tahun anggaran berikutnya.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top