Harga Minyak Dunia Jatuh ke Bawah 80 Dolar AS, DPR Desak Pemerintah Segera Evaluasi Harga BBM

Penulis: Haris Maulana  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 23:21:01 WIB
Harga minyak dunia jatuh di bawah 80 dolar AS, DPR dorong evaluasi harga BBM.

BALI — Rivqy menilai tren pelemahan harga minyak global harus segera direspons dengan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Menurutnya, jika komponen pembentuk harga BBM memungkinkan, publik berhak mendapatkan penurunan harga di pompa bensin.

"Apabila tren harga minyak turun dan faktor-faktor pembentuk harga BBM memungkinkan, maka masyarakat juga berhak menikmati penurunan harga BBM di dalam negeri," ujar Rivqy dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, kemarin.

Transparansi Pemerintah Diperlukan Jika Harga Tak Kunjung Turun

Politikus tersebut menekankan pentingnya transparansi dari pemerintah. Jika harga minyak dunia terus merosot namun harga BBM di Indonesia tidak berubah, Kementerian ESDM dinilai wajib memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

"Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka agar masyarakat memahami berbagai faktor yang memengaruhi kebijakan energi nasional," tegas Rivqy. Ia mengingatkan bahwa sektor migas Indonesia masih sangat rentan terhadap dinamika global, mulai dari konflik geopolitik hingga kesepakatan antarnegara.

Penurunan Harga Brent Picu Harapan Penyesuaian BBM Non-Subsidi

Data terbaru menunjukkan harga minyak mentah acuan dunia, Brent, telah turun signifikan. Sepekan lalu harga masih bertengger di atas 90 dolar AS per barel, namun kini merosot ke bawah 80 dolar AS per barel. Pemicu utamanya adalah meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman perdamaian.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah masih mencermati dampak kesepakatan tersebut. Ia menyoroti kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, yang memang paling langsung terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak mentah.

Dorongan Percepatan Kemandirian Energi Nasional

Tidak hanya soal harga jangka pendek, Rivqy juga mendorong langkah struktural. Ia meminta pemerintah mempercepat upaya mewujudkan kemandirian energi melalui peningkatan produksi migas domestik dan optimalisasi eksplorasi sumber daya alam.

Menurutnya, penguatan investasi di sektor hulu migas menjadi kunci agar Indonesia tidak terus-menerus menjadi price taker yang tak berdaya menghadapi gejolak harga minyak dunia. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi daya beli masyarakat dari goncangan pasar energi internasional di masa depan.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: borneoflash.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top