Prabowo Akui Mobil Kepresidenan Maung MV3 Bocor saat Hujan, Kembalikan ke Pindad untuk Disempurnakan

Penulis: Eri Subagio  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 15:59:01 WIB
Prabowo mengakui mobil kepresidenan Maung MV3 mengalami kebocoran saat hujan.

BALI — Pengakuan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). Di hadapan para pengusaha muda, ia menceritakan pengalaman langsung menggunakan kendaraan dinas yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena merupakan produk lokal pertama yang digunakan sebagai mobil negara.

Bocor dan Bergetar Jadi Masalah Utama

Menurut Prabowo, kebocoran terjadi saat mobil melintas di tengah hujan. Air masuk ke kabin, sebuah kejadian yang tentu tidak ideal untuk kendaraan setingkat mobil kepresidenan. "Saya bilang, ini bocor," ujar Prabowo menirukan laporannya kepada pihak pabrikan.

Selain kebocoran, Prabowo juga merasakan getaran berlebih ketika Maung digunakan melaju di jalur pegunungan. Getaran itu, menurutnya, cukup terasa dan mengurangi kenyamanan berkendara. Dua temuan teknis ini menjadi dasar keputusannya untuk mengembalikan unit mobil ke PT Pindad.

Langkah Tindak Lanjut: Kembali ke Pabrikan

Prabowo menegaskan bahwa pengembalian mobil itu bukan bentuk protes, melainkan bagian dari proses pengembangan produk. Ia ingin PT Pindad memiliki kesempatan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan sebelum kendaraan tersebut digunakan secara resmi dan penuh untuk tugas-tugas kenegaraan.

"Saya kembalikan ke Pindad. Biar mereka sempurnakan," kata Prabowo. Sikap ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap industri pertahanan dalam negeri, sekaligus memastikan standar keamanan dan kenyamanan kendaraan kepresidenan terpenuhi.

Dukungan untuk Produk Lokal di Tengah Catatan Kritis

Meski mengakui adanya kekurangan, Prabowo tetap memberikan apresiasi terhadap upaya PT Pindad yang berani memproduksi kendaraan taktis kelas berat untuk kebutuhan VIP. Maung MV3 Garuda Limousine merupakan versi khusus dari kendaraan taktis Maung yang dirancang untuk fungsi kepresidenan.

Kritik terbuka dari kepala negara terhadap produk BUMN ini menjadi langkah yang tidak biasa. Namun, di sisi lain, langkah ini dianggap sebagai bentuk transparansi dan komitmen terhadap peningkatan kualitas produk dalam negeri. Publik kini menunggu hasil penyempurnaan yang dilakukan PT Pindad pasca-masukan langsung dari Presiden.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: video.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top