BALI — Lenovo tidak lagi setengah-setengah dalam memposisikan tablet terbarunya. Alih-alih mengikuti tren produktivitas dengan keyboard dan stylus, Tab Plus Gen 2 justru dirancang untuk konsumsi media. Kami melihat langsung perangkat ini dalam sesi peluncuran di Jakarta, Selasa (8/9), dan pengujian awal menunjukkan fokus yang jelas: audio dan tampilan visual.
9 Speaker JBL: Bukan Sekadar Banyak, tapi Diarahkan ke Pengguna
Bodi belakang tablet ini didominasi oleh grill speaker yang diletakkan di bagian tengah. Konfigurasinya terdiri dari empat tweeter, tiga woofer, dan dua passive radiator yang disetel dengan Dolby Atmos. Hasilnya, suara yang dihasilkan mengarah langsung ke pengguna saat tablet diposisikan horizontal.
Lenovo membenamkan tiga mode audio: Dynamic, Movie, dan Music. Mode Dynamic terasa paling seimbang untuk penggunaan harian, sementara Movie memberikan ruang suara lebih lebar. Volume maksimalnya sangat keras untuk ukuran tablet, bahkan cukup untuk memenuhi ruangan berukuran sedang tanpa distorsi berarti.
Keunikan utamanya adalah kemampuan perangkat ini berfungsi sebagai speaker Bluetooth mandiri. Saat layar dimatikan, tablet bisa terhubung ke ponsel dan memutar musik secara nirkabel. Fitur ini didukung mode siaga yang mengubah layar menjadi bingkai foto digital, membuatnya relevan diletakkan di meja kerja atau rak TV.
Kickstand 360 Derajat: Empat Posisi yang Fleksibel
Kickstand di bagian belakang dapat diputar penuh hingga 360 derajat. Lenovo menyebutnya empat mode: Lean, Theater, Stand, dan Hanging. Mode Hanging memungkinkan tablet digantung, misalnya di dapur saat mengikuti resep masakan.
Saat dicoba, mekanisme kickstand terasa kokoh dan engselnya tidak goyah. Posisi Theater yang membuat tablet berdiri dengan sudut rendah paling nyaman untuk menonton film di meja. Namun perlu dicatat, desain ini membuat tablet tidak nyaman digenggam dalam waktu lama karena bobot speaker di belakang.
Layar 2,5K 120Hz: Terang dan Kaya Warna untuk Konten HDR
Panel LCD 12,1 inci ini punya resolusi 2.5K dengan refresh rate 120Hz. Lenovo mengklaim kecerahan puncak mencapai 800 nits dalam high brightness mode (HBM), dan dukungan Dolby Vision serta HDR10 membuat konten streaming terlihat hidup.
Perpaduan layar imersif dengan speaker keras memang menjadi daya tarik utama. Saat memutar video demo, detail bayangan dan warna tetap terjaga di berbagai sudut pandang. Namun, ini masih panel LCD, bukan OLED—jadi kontras hitam tidak sedalam kompetitor di kelas harga yang sama.
Performa Dimensity 7400: Cukup untuk Hiburan, Bukan Gaming Berat
MediaTek Dimensity 7400 dengan GPU Mali-G615 MC2 adalah chipset kelas menengah. Untuk menonton video, browsing, dan aplikasi produktivitas ringan, semuanya berjalan mulus. RAM LPDDR5 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 membantu multitasking terasa responsif.
Kami belum bisa memastikan kemampuan gaming jangka panjang karena sesi hands-on yang singkat. Namun, dari spesifikasi, chipset ini berada di bawah Snapdragon 7-series untuk gaming berat. Jika kebutuhan utama Anda adalah game dengan grafis tinggi, tablet ini mungkin bukan pilihan terbaik di kelasnya.
Baterai 10.200 mAh dan Fast Charging 45W: Klaim 15 Jam Nonton YouTube
Kapasitas baterai jumbo 10.200 mAh diklaim mampu bertahan hingga 15 jam untuk pemutaran video YouTube. Dukungan fast charging 45W juga menjadi nilai plus—pengisian daya dari kosong hingga penuh diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.
Angka 15 jam tersebut perlu diuji lebih lanjut dalam pemakaian nyata dengan kecerahan layar di atas 50 persen. Speaker 48W yang besar berpotensi menguras baterai lebih cepat jika digunakan pada volume tinggi.
Android 16 dengan Pembaruan hingga 2030: Komitmen Umur Panjang
Lenovo berjanji memberikan dua kali pembaruan sistem operasi hingga Android 18 dan patch keamanan selama empat tahun sampai 2030. Ini kabar baik untuk pembeli yang berniat memakai tablet dalam jangka panjang.
Berjalan di Android 16, perangkat ini juga punya fitur AI seperti Live Transcript untuk transkripsi dan terjemahan real-time, serta Lenovo Smarter Reader untuk membantu membaca dokumen. Fitur-fitur ini melengkapi kebutuhan hiburan dengan sedikit sentuhan produktivitas.
Kamera dan Konektivitas: Sekadar Pelengkap
Kamera belakang 13 MP dengan autofocus dan kamera depan 8 MP hadir tanpa fitur menonjol. Ini menegaskan bahwa Tab Plus Gen 2 bukan untuk fotografi. Kamera depan cukup untuk video call, dan face recognition untuk membuka kunci layar bekerja standar.
Rating IP52 memberikan ketahanan terhadap debu dan cipratan air ringan. Aksesori seperti Lenovo Tab Pen Plus, keyboard nirkabel, dan adaptor USB-C 68W dijual terpisah—keputusan yang masuk akal mengingat fokus utama perangkat ini adalah hiburan.
Kelebihan dan Kekurangan Lenovo Tab Plus Gen 2
- Kelebihan: Kualitas audio luar biasa dengan 9 speaker JBL dan Dolby Atmos
- Kelebihan: Kickstand 360 derajat yang fleksibel dan kokoh
- Kelebihan: Layar 2,5K 120Hz terang dengan dukungan Dolby Vision
- Kelebihan: Baterai besar 10.200 mAh dengan fast charging 45W
- Kekurangan: Desain berat dan kurang ergonomis untuk digenggam
- Kekurangan: Performa chipset kelas menengah, kurang ideal untuk gaming berat
- Kekurangan: Panel LCD, kontras hitam tidak sebaik OLED
- Kekurangan: Kamera hanya sebagai pelengkap, bukan untuk fotografi
Verdict: Untuk Siapa Tablet Ini Layak Dibeli?
Lenovo Tab Plus Gen 2 adalah perangkat paling unik di kelasnya. Tidak ada tablet lain yang menawarkan sistem audio 48W dengan kemampuan speaker Bluetooth mandiri di harga Rp7.299.000. Perangkat ini jelas ditujukan untuk mereka yang menghabiskan waktu menonton film, mendengarkan musik, atau mengonsumsi konten video di rumah.
Kurang cocok untuk Anda yang membutuhkan tablet produktivitas dengan performa gaming tinggi atau stylus support yang mumpuni. Namun, jika prioritas utama adalah hiburan multimedia terbaik dan menginginkan perangkat yang bisa menggantikan speaker Bluetooth terpisah, Tab Plus Gen 2 menawarkan nilai yang jarang ditemukan. Dengan harga tersebut, Lenovo memberikan pengalaman audio-visual yang sulit ditandingi kompetitor di rentang harga yang sama.