BALI — PT BYD Motor Indonesia memanfaatkan panggung GIIAS Surabaya 2026 untuk memperkuat penetrasi kendaraan energi baru di Jawa Timur. Pameran yang berlangsung di Grand City Convex itu menjadi ajang pamer teknologi Dual Mode (DM) dan Electric Vehicle (EV) sekaligus memperlihatkan strategi perusahaan menjaring konsumen di luar Pulau Jawa.
President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyebut Jawa Timur sebagai wilayah penting bagi pertumbuhan kendaraan energi baru nasional. "Melalui pengembangan teknologi EV dan DM, kami ingin menghadirkan pilihan kendaraan energi baru yang dapat menjawab kebutuhan tersebut," ujar Zhao dalam keterangan resmi yang dikutip Radar Jatim.
M6 DM: Konsep Electric-First dengan Mesin Bensin sebagai Pendukung
Teknologi DM pada BYD M6 mengusung pendekatan electric-first, di mana motor listrik menjadi penggerak utama dan mesin berbahan bakar baru bekerja saat diperlukan. Konsep ini dirancang untuk menjawab kecemasan jarak tempuh tanpa mengorbankan efisiensi di penggunaan harian.
Model ini juga membawa pulang penghargaan "The Most Inspiring PHEV of the Year 2026" pada Juli lalu. Saat pameran berlangsung, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza bersama jajaran GAIKINDO sempat mengunjungi booth BYD untuk melihat langsung deretan produk yang dipamerkan.
M6 EV Standar: Baterai 58 kWh, Jarak Tempuh 450 Kilometer
BYD turut memperkenalkan M6 EV terbaru yang dirakit di Indonesia. Varian Standard mengandalkan baterai 58 kWh dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer sekali pengisian penuh.
- Tenaga maksimal 150 kW
- Torsi 310 Nm
- Akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,9 detik
- Harga Rp 403 juta OTR Surabaya
Dengan harga tersebut, M6 EV Standard menempatkan diri sebagai salah satu MPV listrik rakitan lokal yang paling kompetitif di kelasnya, bersaing langsung dengan model sejenis dari pabrikan lain yang sudah lebih dulu hadir.
Pasar Jawa Timur: 36 Persen Pangsa Pasar Kendaraan Listrik
Secara nasional, BYD dan DENZA membukukan penjualan 32.800 unit sepanjang Januari–Juli 2026 dengan pangsa pasar lebih dari 35 persen kendaraan listrik. Di Jawa Timur, capaian tersebut bahkan lebih tinggi, menembus 36 persen pangsa pasar kendaraan listrik pada 2026.
Untuk mendukung pertumbuhan itu, BYD Group resmi menambah jaringan dengan meresmikan DENZA Darmo dan BYD Mojokerto. Dengan tambahan dua lokasi tersebut, total jaringan BYD Group di Jawa Timur kini mencapai sembilan titik layanan.
Test Drive dan Zona Teknologi di Booth BYD
Selain M6 DM dan M6 EV, BYD menampilkan ATTO 1 dan DENZA D9 di area pameran. Pengunjung GIIAS Surabaya 2026 juga diberi kesempatan mencoba langsung M6 dan ATTO 1 melalui area test drive yang disediakan di lokasi.
Zona teknologi khusus turut disiapkan untuk menjelaskan cara kerja sistem DM dan EV kepada pengunjung, termasuk simulasi pengisian daya dan informasi tentang biaya operasional harian kendaraan listrik.