Pencarian

Marta Kostyuk Ukir Sejarah di Roland Garros, Persembahkan Kemenangan untuk Ukraina

Rabu, 03 Juni 2026 • 03:31:01 WIB
Marta Kostyuk Ukir Sejarah di Roland Garros, Persembahkan Kemenangan untuk Ukraina
Marta Kostyuk mencatat sejarah dengan melaju ke semifinal Roland Garros mewakili Ukraina.

BALI — Pertandingan perempat final yang mempertemukan dua petenis Ukraina ini menjadi yang pertama dalam sejarah turnamen Grand Slam. Kostyuk, 23 tahun, menangis haru setelah pertandingan selesai dan mendapat tepuk tangan meriah dari penonton di Court Philippe Chatrier.

"Kami mengalami malam yang sulit di Ukraina, terutama di Kyiv di mana begitu banyak orang meninggal. Saya ingin mempersembahkan pertandingan ini untuk Ukraina," ujar Kostyuk di atas lapangan, sebelum dipeluk oleh mantan petenis Marion Bartoli yang menjadi pewawancara.

Dua Petenis, Satu Perjuangan

Kostyuk mengakui peran besar Svitolina bagi tenis Ukraina. "Dia adalah legenda tenis Ukraina. Pengaruhnya terhadap tenis, warga Ukraina, dan saya pribadi sungguh luar biasa," katanya.

Svitolina, 31 tahun, yang juga mencapai semifinal Grand Slam sebanyak empat kali, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari momen bersejarah ini. "Ini inspirasi besar bagi generasi berikutnya. Sangat bagus untuk olahraga Ukraina," ujarnya. Namun ia tak bisa menyembunyikan kesedihan. "Kami harus menanggung beban dan rasa sakit setiap hari, tidak tahu apa yang akan terjadi besok pada keluarga, teman, dan Ukraina."

Perang yang Tak Pernah Jauh

Pertandingan ini digelar sehari setelah serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya 18 orang di berbagai wilayah Ukraina. Sejak invasi Rusia pada Februari 2022, Kostyuk hidup dalam ketakutan akan keselamatan keluarga dan teman-temannya.

Ia memulai turnamen ini dengan kemenangan sulit yang disebutnya sebagai "salah satu pertandingan terberat" dalam hidupnya. Usai laga itu, ia menunjukkan foto gedung terbakar yang hanya berjarak 100 meter dari rumah keluarganya di Kyiv setelah rudal Rusia menghantam kota tersebut.

Kostyuk dikenal vokal mengkritik petenis Rusia yang tak mau mengutuk perang. Seperti rekan senegaranya, ia tak berjabat tangan dengan lawan dari Rusia dan sekutunya, Belarus. "Mereka semua sudah dewasa. Mereka sadar betul apa yang terjadi. Jika mereka ingin menghindari pembicaraan soal ini, mereka yang harus hidup dengan itu, bukan saya," tegasnya.

Langkah Berikutnya: Final atau Backflip Lagi?

Di semifinal, Kostyuk akan menghadapi petenis Rusia Mirra Andreeva. Andreeva hanya berkomentar singkat: "Saya benar-benar mencoba bermain melawan bola yang datang dan fokus pada permainan."

Kostyuk datang ke semifinal dengan catatan 17 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat musim ini. Namun ia enggan jemawa. "Gelar juara masih sangat jauh. Saya masih punya dua pertandingan. Semoga kalian datang mendukung saya pada Kamis," katanya kepada penonton yang melambaikan bendera Ukraina.

Ditanya apakah ia akan melakukan backflip lagi seperti saat memenangkan Madrid Open bulan lalu, Kostyuk tersenyum. "Di Madrid saya berlatih sehari sebelum final. Saya tak perlu berlatih di sini. Tapi saya berjanji hanya akan melakukannya lagi jika menang di final."

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks