DENPASAR — Angka gigitan hewan penular rabies di Bali masih tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali hingga 22 Mei 2026, total kasus mencapai 28.980 dengan rata-rata 207 gigitan per hari. Dari jumlah tersebut, 21.808 korban telah mendapatkan vaksin anti rabies, sementara tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Badung Tertinggi, Denpasar Paling Cepat Ditangani
Kabupaten Badung mencatat kasus tertinggi dengan 5.441 gigitan. Namun, cakupan VAR di sana baru 441 orang—angka yang sangat rendah dibandingkan total kasus. Sebaliknya, Kota Denpasar yang menempati posisi ketiga dengan 3.459 kasus justru mencatatkan cakupan VAR tertinggi: 3.123 korban telah divaksin.
Karangasem berada di posisi kedua dengan 3.800 kasus dan satu kematian. Buleleng mencatat 3.489 kasus dan satu kematian, sementara Gianyar mencatat 3.299 kasus dengan satu kematian. Tabanan memiliki 3.158 kasus, Jembrana 2.797 kasus, Klungkung 2.062 kasus, dan Bangli menjadi daerah terendah dengan 1.477 kasus.
Pemerintah Perluas Akses Vaksin dan Serum Anti Rabies
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, mengatakan penanganan dilakukan mulai dari penyelidikan epidemiologi jika ditemukan kasus positif pada hewan, hingga memastikan seluruh korban gigitan mendapat tatalaksana sesuai standar.
“Kami juga meningkatkan kewaspadaan dini melalui pendekatan surveilans yang terintegrasi antara kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan,” ujarnya, Jumat (29/5).
Dinkes juga menggencarkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) secara berjenjang di masing-masing wilayah. Peran masyarakat diperkuat lewat pembentukan Tim Siaga Rabies (TISIRA) hingga tingkat desa. Saat ini, sekitar 120 puskesmas dan rumah sakit di Bali ditunjuk sebagai rabies center untuk pemberian VAR.
Vaksinasi Hewan Ditargetkan Capai 85 Persen Populasi
Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan sekitar 700 ribu dosis vaksin rabies pada tahun 2026. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyebut total pengadaan vaksin tahun ini diperkirakan mencapai angka tersebut untuk mengejar target kekebalan populasi hewan penular rabies hingga 85 persen.
Selain vaksinasi hewan, pemerintah memastikan ketersediaan logistik VAR dan serum anti rabies (SAR) secara berkelanjutan. Kerja sama juga diperluas dengan lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, hingga perguruan tinggi untuk memperkuat pengendalian rabies di Pulau Dewata.