Pencarian

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Bali, 8 Kabupaten Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Jumat, 15 Mei 2026 • 11:15:01 WIB
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Bali, 8 Kabupaten Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di delapan kabupaten Bali.

DENPASAR — Titik awal cuaca ekstrem terpantau di Kabupaten Gianyar dan diprediksi meluas ke hampir seluruh wilayah Pulau Dewata. BMKG mengimbau masyarakat di delapan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Wilayah Mana Saja yang Perlu Waspada?

Kabupaten Tabanan menjadi daerah dengan cakupan terluas. Seluruh kecamatan—dari Selemadeg Raya hingga Pupuan—berpotensi terdampak. Sementara di Kabupaten Badung, tiga kecamatan masuk zona peringatan: Mengwi, Abiansemal, dan Petang.

Di Gianyar, titik awal cuaca ekstrem, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Sukawati, Blahbatuh, Tampaksiring, Ubud, Tegallalang, dan Payangan. Kabupaten Klungkung juga masuk daftar, termasuk kawasan wisata Nusa Penida.

Adapun daerah lain yang masuk peringatan dini adalah Kabupaten Bangli (Susut, Bangli, Tembuku), Karangasem (Rendang, Sidemen, Manggis, Selat), dan Jembrana yang fokus di Kecamatan Pekutatan.

Suhu dan Kelembapan: Kombinasi yang Memicu Cuaca Ekstrem

BMKG mencatat suhu di Bali berada di kisaran 24–32 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat cukup tinggi, mencapai 99 persen. Kombinasi suhu hangat dan kelembapan ekstrem ini menjadi pemicu utama terbentuknya awan konvektif yang membawa hujan lebat dan angin kencang secara tiba-tiba.

Imbauan untuk Wisatawan dan Pengguna Jalan

Masyarakat pesisir dan pengguna jalan diminta berhati-hati terhadap potensi angin kencang yang bisa muncul mendadak. Bagi wisatawan yang berencana melakukan aktivitas outdoor atau pendakian, BMKG menyarankan untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG atau portal berita daerah setempat.

Potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, genangan air, hingga banjir luapan perlu diantisipasi, terutama di wilayah dengan drainase kurang baik atau di kawasan perbukitan yang rawan longsor.

Bagikan
Sumber: kabarbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks