Pencarian

Bupati Simalungun Pulang dari Bali Bawa Konsep Pariwisata Danau Toba Berbasis Rakyat, UMKM Nagori Jadi Prioritas

Selasa, 12 Mei 2026 • 15:10:38 WIB
Bupati Simalungun Pulang dari Bali Bawa Konsep Pariwisata Danau Toba Berbasis Rakyat, UMKM Nagori Jadi Prioritas
Bupati Simalungun Anton membawa konsep pariwisata Danau Toba berbasis masyarakat dari Bali.

SIMALUNGUN — Komitmen itu menguat setelah Bupati Anton menghadiri Focus Group Discussion (FGD) percepatan pengembangan KEK Danau Toba yang digagas Bank Indonesia di Kantor Bupati Gianyar, Bali, Senin (11/5/2026). Dalam forum tersebut, ia bersama kepala daerah kawasan Danau Toba dan perwakilan Pemprov Sumut secara khusus mempelajari model orkestrasi lintas sektor yang sukses diterapkan Gianyar.

Gianyar berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi 5,58 persen dengan inflasi terkendali di angka 2,08 persen. Keberhasilan itu, menurut Bupati Anton, bukan semata karena keindahan alam, melainkan karena seluruh organisasi perangkat daerah bergerak dalam satu irama mendukung pariwisata.

Rantai Nilai Lokal: Hotel Wajib Serap Hasil Petani dan Perajin

Sesi pemaparan teknis di Hotel Royal Pitamaha menghadirkan Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Prof. Cok Ace, Ketua PHRI Bali. Ia memperkenalkan konsep local value chain yang akan menjadi fondasi pengembangan Danau Toba.

“Pariwisata adalah sebuah ekosistem yang saling mengikat satu sama lain. Jika pendidikan karakter masyarakat kuat, dan sektor produksi rakyat seperti pertanian serta kerajinan berjalan dengan baik, maka pariwisata akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Prof. Cok Ace.

Ia menekankan tiga hal utama. Pertama, sektor perhotelan wajib menyerap hasil pertanian warga setempat. Kedua, produk UMKM dan kerajinan masyarakat harus menjadi bagian dari fasilitas hotel maupun suvenir destinasi. Ketiga, generasi muda harus dipersiapkan melalui pendidikan karakter agar menjadi tuan rumah yang cerdas dan bangga terhadap identitas budayanya.

Transformasi Digital Agar Uang Wisatawan Langsung ke Pedagang Kecil

Bank Indonesia turut menyoroti pentingnya sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Tujuannya memastikan belanja wisatawan berputar langsung di masyarakat secara aman, transparan, dan tepat sasaran. Dengan sistem itu, manfaat ekonomi bisa dirasakan pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga pengrajin lokal tanpa perantara.

Bupati Anton menambahkan, hotel-hotel dan destinasi wisata di kawasan Danau Toba harus menjadi pasar utama bagi hasil bumi petani, produk perkebunan, hingga karya para pengrajin yang hidup di nagori-nagori sekitar. “Ini adalah tugas kita bersama untuk membangun pariwisata yang memiliki ruh,” kata Anton.

Arsitektur Simalungun Wajib Jadi Identitas Visual Destinasi

Pesan khusus juga disampaikan Prof. Cok Ace agar pengembangan kawasan Danau Toba tetap menjunjung tinggi ciri khas arsitektur asli Simalungun. Hal ini penting untuk menciptakan identitas visual yang unik dan berbeda dari destinasi lain di dunia.

Bupati Anton optimistis, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, dan BRIN, pengembangan KEK Danau Toba bisa menjadi model pariwisata berkelas dunia yang berkeadilan bagi masyarakat lokal. “Kami berkomitmen untuk segera mewujudkan kerja sama nyata yang memastikan dapur masyarakat kita terus mengepul,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: mistar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks