Pencarian

PKK Badung Latih 55 Ibu Rumah Tangga Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran

Senin, 11 Mei 2026 • 20:16:01 WIB
PKK Badung Latih 55 Ibu Rumah Tangga Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran
Ibu rumah tangga di Kuta Selatan mengikuti pelatihan tanggap kebakaran untuk meningkatkan keselamatan keluarga.

MANGUPURA — Puluhan ibu rumah tangga di Kuta Selatan kini dibekali keterampilan memadamkan api dan mengevakuasi keluarga saat kebakaran terjadi. Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga resmi dibuka Senin (11/5) di Aula Kantor Camat Kuta Selatan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.

Mengapa Ibu Rumah Tangga Jadi Sasaran Utama?

Ketua PKK Badung Rasniathi Adi Arnawa menyebut ibu rumah tangga memegang peran krusial dalam keselamatan keluarga. Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh aktivitas berisiko kebakaran—mulai dari penggunaan kompor, alat elektronik, hingga penyimpanan barang—berada di bawah kendali ibu.

“Ibu-ibu di rumah adalah pengelola utama segala urusan rumah tangga. Jika ibu paham cara mencegah dan menanggulangi bahaya api, maka keselamatan seluruh anggota keluarga dan aset di dalam rumah akan jauh lebih terjamin,” ujarnya saat membuka acara.

Materi Pelatihan: Dari Penyuluhan hingga Simulasi Api

Kegiatan yang berlangsung tiga hari, 11-13 Mei ini mencakup penyuluhan penyebab kebakaran, teknik pencegahan, hingga penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Peserta juga mengikuti simulasi pemadaman api dan praktik evakuasi diri serta anggota keluarga secara aman dan tertib.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya turut mendampingi jalannya pelatihan bersama jajaran PLN Badung dan PMI Badung. Pelatihan ini merupakan inisiatif dinas untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tingkat rumah tangga.

Target: Menyasar Seluruh Kecamatan di Badung

Rasniathi berharap program serupa tidak berhenti di Kuta Selatan. Ia mendorong Dinas Kebakaran untuk memperluas pelatihan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Badung, serta melibatkan organisasi kewanitaan seperti Dharma Wanita Persatuan, WHDI, dan kelompok perempuan di desa serta banjar.

“Ilmu yang didapatkan di sini bukan hanya untuk diri sendiri. Sosialisasikan kembali kepada tetangga, kerabat, dan lingkungan sekitar. Jadilah pelopor keselamatan,” tegasnya kepada para peserta.

Para ibu yang mengikuti pelatihan diharapkan menjadi agen penyebar informasi tanggap bencana di komunitas masing-masing. Dengan pendekatan ini, Pemkab Badung menargetkan kesadaran keselamatan kebakaran merata hingga ke pelosok desa.

Bagikan
Sumber: balikonten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks