Pencarian

PLN: Cuaca Ekstrem Sebabkan Listrik Bali Padam 57 Menit

Selasa, 24 Februari 2026 • 12:38:04 WIB
PLN: Cuaca Ekstrem Sebabkan Listrik Bali Padam 57 Menit
Cuaca ekstrem menyebabkan gangguan listrik interkoneksi Jawa-Bali dan pemadaman di Bali pada 22 Februari 2026.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali menyebut cuaca ekstrem sebagai pemicu gangguan kelistrikan pada sistem interkoneksi Jawa-Bali yang menyebabkan listrik di wilayah Bali padam pada Minggu (22/2/2026) malam. Gangguan terjadi pukul 19.39 Wita dan berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Dewata.

General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan, saat gangguan terdeteksi, sistem proteksi kelistrikan langsung bekerja otomatis untuk menjaga keamanan jaringan. Mekanisme tersebut dirancang untuk melindungi peralatan dan mencegah gangguan meluas.

"Saat terdeteksi gangguan, sistem akan secara otomatis melepaskan sebagian beban untuk mencegah dampak yang lebih luas dan menjaga peralatan tetap aman," jelas Eric di Denpasar, Bali, Senin.

Menurut dia, pelepasan sebagian beban sistem merupakan bagian dari prosedur pengamanan ketika terjadi gangguan. Setelah dilakukan penanganan, sistem kelistrikan kembali normal sepenuhnya pada pukul 20.36 Wita.

Berdasarkan pemetaan, gangguan berdampak secara terbatas di seluruh kabupaten/kota, yakni Badung, Karangasem, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Denpasar, Buleleng, Klungkung, dan Bangli. Wilayah dengan kepadatan terdampak terbesar tercatat berada di Badung dan Karangasem.

Di sejumlah lokasi lain, gangguan bersifat penyulang, yaitu hanya terjadi pada satu jalur distribusi listrik tertentu dari gardu induk menuju kelompok wilayah tertentu. Dengan demikian, pemadaman bersifat lokal dan tidak merata di seluruh kabupaten/kota, sementara jalur distribusi lain tetap beroperasi normal.

Eric menekankan kesiapsiagaan personel menjadi faktor penting dalam percepatan pemulihan. Begitu gangguan muncul, tim operator dan pemeliharaan segera melakukan pengamanan serta manuver sistem guna menjaga kestabilan tegangan.

Koordinasi intensif antarunit juga dilakukan untuk memastikan pasokan listrik pulih secara bertahap dan aman.

"Seluruh tim bergerak cepat sejak awal gangguan terdeteksi. Koordinasi dilakukan secara intensif agar proses penormalan dapat berlangsung aman dan terkendali. Pada pukul 20.36 Wita, sistem kelistrikan Bali kembali normal 100 persen," ujar Eric.

Dengan demikian, total waktu pemulihan berlangsung kurang dari satu jam sejak gangguan terjadi. Selama proses tersebut, seluruh pembangkit dilaporkan dalam kondisi aman dan sistem tetap stabil.

Menanggapi informasi yang beredar mengenai adanya pemadaman bergilir selama satu pekan di Bali, PLN menegaskan kabar tersebut tidak benar. Eric memastikan PLN tidak menerapkan maupun merencanakan pemadaman bergilir.

Ia menambahkan, saat ini sistem kelistrikan Bali berada dalam kondisi normal dengan daya mampu yang mencukupi kebutuhan pelanggan. PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pelanggan selama gangguan berlangsung.

Bagikan
Sumber: Antara

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks