BALI — PT Samindo Resources Tbk (MYOH) membukukan laba bersih US$17,47 juta pada sembilan bulan pertama 2026, melesat 53% dari US$11,42 juta di periode sama tahun lalu. Capaian itu melampaui target rencana kerja sebesar US$14,89 juta atau 17% di atas target, ditopang akselerasi seluruh lini jasa pertambangan perseroan.
Kinerja operasional menjadi mesin utama di balik lonjakan laba Samindo Resources. Kontraktor tambang berkode MYOH itu mencatat realisasi pemindahan batuan penutup (overburden removal) 28,32 juta bank cubic meter (bcm) hingga September 2026, naik 23% dari 23,04 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu. Volume itu sekaligus 11% di atas target rencana kerja sebesar 25,59 juta bcm.
Sejalan dengan itu, produksi batubara (coal getting) tumbuh 11% menjadi 4,20 juta ton dari 3,76 juta ton pada 9M 2025. Realisasi tersebut juga melampaui target 3,73 juta ton atau 13% di atas rencana. Adapun volume pengangkutan batubara (coal hauling) tercatat 18,24 juta ton, naik dari 17,71 juta ton, dan ikut melewati target rencana kerja.
Manajemen Samindo Resources menyebut cuaca tambang yang lebih kondusif dengan jam hujan lebih rendah sebagai salah satu pendorong utama. Optimalisasi jarak angkut di pit tambang yang lebih pendek turut menekan biaya, seiring peningkatan ketersediaan armada alat berat.
Perseroan juga mempertahankan zero fatality sepanjang periode. Kombinasi faktor itu membuat seluruh lini jasa pertambangan utama berjalan di atas business plan tahun berjalan.
Performa lapangan itu berdampak langsung ke laporan keuangan. Pendapatan konsolidasi Samindo Resources tercatat US$133,05 juta, tumbuh 9% dari US$122,20 juta pada 9M 2025, dan telah melampaui target rencana kerja.
Segmen overburden removal dan coal getting menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan US$79,98 juta, melesat 22% dari US$65,56 juta. Segmen coal hauling menyumbang US$32,86 juta, sementara jasa pengeboran, eksplorasi, dan lainnya naik 15% menjadi US$1,68 juta.
Efisiensi jarak angkut dan pengendalian biaya perawatan armada pada segmen coal hauling, ditambah turunnya beban segmen sewa kendaraan, menekan beban pokok pendapatan 2% menjadi US$98,60 juta dari US$100,57 juta. Hasilnya, laba bruto melonjak 59% menjadi US$34,45 juta dan laba sebelum pajak tumbuh 62% menjadi US$23,69 juta.
Fundamental neraca perseroan ikut menguat. Posisi kas dan deposito berjangka naik menjadi US$101,68 juta, diiringi penurunan total liabilitas 12% menjadi US$38,94 juta.
"Lonjakan laba bersih sebesar 53% hingga Kuartal III 2026 mencerminkan disiplin eksekusi yang kuat dari seluruh tim dalam mengoptimalkan kesiapan alat berat, memaksimalkan cuaca kerja yang kondusif, serta menjaga efisiensi biaya operasional di lapangan," ujar Corporate Secretary Samindo Resources, Ahmad Zaki Natsir.
Manajemen menargetkan tren pertumbuhan berlanjut sampai akhir 2026. Dua faktor menjadi penopangnya: beroperasinya tambahan unit heavy dump truck baru dan tambahan volume kontrak kerja dari klien utama sebesar 1 juta bcm untuk overburden serta 1 juta ton untuk batubara.
Dengan capaian yang sudah di atas rencana kerja sejak kuartal ketiga, Samindo Resources berada di jalur kuat untuk menutup tahun dengan kinerja lebih baik dibanding 2025. Bagi pemegang saham, penguatan kas dan penurunan liabilitas memberi ruang fiskal yang lebih lebar memasuki tahun berikutnya.