DENPASAR — Suwirta menyampaikan pandangan tersebut saat dikonfirmasi mengenai namanya yang ramai diperbincangkan di bursa pencalonan. Politisi asal Nusa Ceningan itu menilai posisi gubernur maupun wakil gubernur bukan soal popularitas semata, melainkan harus mempertimbangkan kemampuan calon yang akan mengisi posisi tersebut.
Ia juga mendorong generasi muda untuk mengambil alih estafet kepemimpinan Bali. Menurut Suwirta, regenerasi menjadi bagian penting dalam kontestasi politik daerah.
Suwirta menegaskan belum ingin terlalu jauh membahas pencalonan. Prioritasnya sekarang adalah menjalankan tugas sebagai Ketua Komisi IV DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan.
Urusan pencalonan, kata dia, merupakan otoritas penuh partai politik. Ia mengaku tidak ingin menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, termasuk peluangnya menjadi pendamping calon gubernur Bali.
“Biarkan nanti yang muda-muda yang punya kemampuan. Saya tetap mengikuti mekanisme dan tetap bekerja,” ujarnya, Selasa (3/11).
Suwirta menyinggung filosofi "titah dan perintah" untuk menggambarkan cara pandangnya terhadap setiap keputusan. Menurutnya, keputusan harus memiliki dasar yang sejalan dengan kehendak serta amanah yang diterima.
Pandangan itu ia pakai untuk menjelaskan sikapnya yang tidak ingin mendahului mekanisme partai. Bagi Suwirta, pencalonan bukan soal dorongan publik semata, tetapi proses yang harus dilalui sesuai aturan.
Nama Suwirta mencuat di bursa pencalonan tidak lepas dari rekam jejaknya selama memimpin Klungkung dua periode. Ia dikenal berkat sejumlah inovasi yang dibawa saat menjabat Bupati Klungkung.
Pengalaman memimpin kabupaten itu menjadi salah satu alasan namanya masuk radar tokoh yang diperhitungkan untuk kontestasi tingkat provinsi. Meski begitu, Suwirta memilih bersikap diplomatis dan tidak mengumbar ambisi politiknya.
Pilkada Bali sendiri masih terbilang jauh, tetapi pembicaraan soal tokoh yang akan dicalonkan sudah mulai muncul di sejumlah kalangan. Nama Suwirta menjadi salah satu yang paling sering disebut dalam perbincangan tersebut.