BANGLI — Apel pembukaan dipusatkan di kawasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Buahan. Hadir mendampingi Pangdam, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, perwakilan Kapolda Bali, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, jajaran Forkopimda Bangli, para kepala desa, serta bandesa adat se-Kecamatan Kintamani.
I Wayan Koster menegaskan persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama yang harus ditangani serius, terencana, dan berkelanjutan. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan diminta terlibat langsung.
Gubernur Bali meminta kegiatan Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam tidak berhenti sebagai acara seremonial. Aksi nyata dan berkesinambungan dinilai harus memberi manfaat langsung bagi lingkungan.
Menurut Koster, upaya tersebut sekaligus menjalankan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya.
Mayjen TNI Made Putra Widiastawa menyebut kegiatan ini bentuk kepedulian TNI AD terhadap pelestarian lingkungan. Persoalan sampah organik, katanya, butuh penanganan terpadu mulai dari edukasi warga hingga pemilahan sejak dari sumbernya.
Pengolahan dan pemanfaatan kembali sampah dinilai penting untuk mengurangi pencemaran sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pangdam mengajak prajurit TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, akademisi, dan masyarakat memperkuat sinergi menjaga Danau Batur.
"Danau Batur merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat sehingga kelestarian dan kebersihannya harus dijaga sebagai tanggung jawab bersama," ujar Pangdam.
Ia juga menekankan keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari banyaknya sampah yang dibersihkan. Yang sama penting, tumbuhnya kesadaran dan perubahan perilaku warga untuk menerapkan pola hidup bersih secara konsisten.
Pangdam mengajak seluruh komponen masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong lewat aksi pelestarian lingkungan. Kodam IX/Udayana, tegasnya, siap mendukung program pemerintah daerah dalam penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.
Harapannya, kegiatan ini membangun kesadaran kolektif agar Danau Batur tetap terjaga kebersihan dan kelestariannya. Manfaatnya ditujukan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan keterlibatan Kodam IX/Udayana merupakan wujud nyata komitmen TNI AD menjaga kelestarian lingkungan hidup.
"Pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini, Kodam IX/Udayana berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan," kata Amrizal dalam keterangan persnya.
Rangkaian kegiatan diarahkan tidak hanya menangani sampah dan pencemaran, tetapi juga mendorong edukasi warga soal pengelolaan sampah organik yang tepat, terpadu, dan berkelanjutan.