Gubernur Bali Wayan Koster Bantah Proyek PKB Klungkung Mangkrak, Target Zona Inti Rampung Desember 2027

Penulis: Gilang Permana  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:14:31 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pernyataan mengenai kelanjutan proyek Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung dalam Sidang Paripurna DPRD Bali, Jumat (14/8).

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster membantah kabar yang menyebut pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung mangkrak. Ia menegaskan proyek tersebut kembali dilanjutkan dan kini tengah memasuki tahap persiapan konstruksi setelah sempat berhenti.

Kepastian itu disampaikan Koster dalam Sidang Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8). Ia mengakui pembangunan sempat terhenti, namun kembali berjalan setelah dirinya menjabat gubernur untuk periode kedua.

"Ini sekaligus menjawab pertanyaan publik, 'Ini mangkrak atau gimana Pusat Kebudayaan?' Nggak mangkrak," tegas Koster di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali.

Tahapan Konstruksi dan Target Penyelesaian Zona Inti

Koster menjelaskan, pembangunan zona inti PKB saat ini telah memasuki tahap awal dengan ditetapkannya manajemen konstruksi. Pekerjaan perencanaan dan desain ditargetkan rampung pada September 2026.

Setelah tahap desain selesai, konstruksi fisik dijadwalkan mulai November 2026. Seluruh pembangunan zona inti ditargetkan tuntas pada Desember 2027.

"Zona Inti Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung telah mulai dilaksanakan dengan menetapkan manajemen konstruksinya yang mengerjakan perencanaan dan desain sampai bulan September 2026. Selanjutnya, pekerjaan konstruksi akan dimulai, astungkara, bulan November 2026 dan target selesai bulan Desember 2027," paparnya.

Anggaran Mencapai Rp1,4 Triliun, Pendanaan Bertahap Disiapkan

Proyek prestisius ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pembangunan tahap pertama dialokasikan anggaran sekitar Rp940 miliar, sementara total kebutuhan untuk menyelesaikan seluruh kawasan diperkirakan menembus Rp1,4 triliun.

Koster memastikan dukungan pembiayaan telah tersedia secara bertahap. Sebesar Rp200 miliar telah ditransfer pada tahun sebelumnya, lalu terdapat alokasi Rp700 miliar pada 2027 dan pendanaan berikutnya akan terus disiapkan hingga proyek tuntas.

"Membutuhkan anggaran Rp940 miliar tahap 1, total Rp1,4 triliun. Jadi sudah ditransfer tahun lalu Rp200 miliar, lagi tahun 2027 Rp700 miliar, dan seterusnya sampai tuntas," bebernya.

Target Pesta Kesenian Bali ke-50 Digelar di Klungkung

Penyelesaian zona inti bukan sekadar menuntaskan proyek infrastruktur. Koster memproyeksikan kawasan ini menjadi ruang baru aktivitas kebudayaan Bali dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari fasilitas yang ada saat ini.

Target besarnya, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-50 pada 2028 sudah dapat dilaksanakan di kawasan ini. Menurut Koster, fasilitas seperti Ardha Candra di Taman Werdhi Budaya Bali dinilai sudah tidak mampu menampung kebutuhan kegiatan berskala besar.

"Karena daya tampungnya sudah sangat optimal. Kalau sekarang ada Ardha Candra sudah… sudah enggak nampung lagi," katanya.

Dibangun Venue Konser Berkapasitas 50.000 Penonton

Kawasan Pusat Kebudayaan Bali juga disiapkan menjadi pusat penyelenggaraan event internasional. Selain untuk PKB dan kegiatan seni budaya, kawasan ini akan diarahkan untuk pameran, expo, hingga konser musik kelas dunia.

Koster mengungkapkan, sejumlah pelaku usaha dari Singapura sempat menyatakan ketertarikan memindahkan acara besar mereka ke Bali. Syaratnya, tersedia fasilitas dengan kapasitas lebih dari 50.000 penonton.

"Mereka datang: 'Pak Gubernur, kami ingin sekali bikin acara besar di Bali tiap tahun, hanya fasilitasnya belum ada yang nampung 50.000 lebih. Jadi kalau itu bisa Pak Gubernur dibangun, usahakan dibangun, maka acara yang biasa kami laksanakan konsernya itu di Singapura kita akan pindahkan ke Bali karena Bali sangat menarik dari sisi budaya," ungkapnya.

Dengan konsep tersebut, pembangunan PKB diarahkan sebagai investasi jangka panjang bagi kebudayaan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan industri event di Bali.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: balipost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top