BALI — Kecelakaan beruntun itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tiga korban ditemukan tewas di tempat kejadian perkara (TKP), sementara sepuluh lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang dan Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu, Ipda Masnan, menjelaskan kronologi nahas tersebut. Mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Setibanya di lokasi, sopir berencana memutar balik kendaraan.
"Menurut saksi, kendaraan pikap Grand Max dikemudikan saudara Warkidi datang dari arah Jakarta menuju Cirebon ketika berhenti di lajur kanan, kemudian tertabrak belakang dengan depan kendaraan truk Hino Wing Box," kata Masnan, dikutip dari Antara.
Hantaman dari truk pertama membuat mobil pikap terdorong kuat ke depan. Tanpa sempat menghindar, kendaraan itu langsung dihantam lagi oleh truk Lost Bak Hino BA yang melaju dari arah berlawanan. Benturan beruntun inilah yang merenggut nyawa belasan penumpang di bak terbuka.
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, mengonfirmasi total korban jiwa mencapai 13 orang. Rinciannya, tiga orang meninggal di TKP, empat di RS Mitra Plumbon, dan enam di RS Bhayangkara. Salah satu korban adalah sopir pikap, Warkidi.
Data kepolisian menyebutkan delapan dari 13 korban tewas merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Mereka adalah Idah, Karsini, Sanera, Yunah, Ayu, Shinta, Al, dan Warsidi. Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid, membenarkan hal tersebut. "Betul, delapan orang itu warga kami," ujarnya.
Tiga korban lainnya teridentifikasi sebagai warga Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Seluruh rombongan diketahui baru saja mengantar pengantin dari Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Polisi langsung bergerak melakukan investigasi. Pada Senin (13/7) siang, Satlantas Polres Indramayu bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar menggelar olah tempat kejadian perkara. Metode yang digunakan adalah Traffic Analysis Accident (TAA) untuk merekonstruksi secara ilmiah penyebab pasti kecelakaan.
Kecelakaan ini kembali menyoroti bahaya penggunaan mobil pikap untuk mengangkut penumpang, terutama dalam jumlah besar. Kebiasaan warga menggunakan bak terbuka sebagai kendaraan rombongan hajatan masih sering ditemui di jalur Pantura dan menjadi faktor risiko tinggi dalam kecelakaan lalu lintas.