Film terbaru Steven Spielberg, Disclosure Day, yang tayang di bioskop AS pada 12 Juni, menghadirkan skenario spektakuler: pengakuan pemerintah soal kontak alien yang diketahui 8 miliar penduduk bumi dalam sekejap. Namun bagi para ilmuwan dan mantan pilot Angkatan Laut AS yang terlibat langsung dalam investigasi fenomena anomali tak dikenal (UAP), kenyataan jauh dari itu.
Sejak 2023, Kongres AS telah menggelar tiga dengar pendapat dengan saksi pelapor dugaan penyembunyian bukti alien oleh pemerintah dan industri swasta. Pada Mei lalu, Pentagon bahkan mulai merilis dokumen UFO terbanyak dalam sejarah AS lewat program bernama PURSUE.
Namun hasilnya nihil. “Video gumpalan buram dan kesaksian tak terverifikasi,” begitu Adam Frank, astrofisikawan peraih Medali Carl Sagan dari Universitas Rochester, menggambarkan bukti yang ada. “Klaimnya eksplosif, tapi buktinya tidak cukup. Ini hanya pengulangan yang sama.”
Ryan Graves, mantan pilot F/A-18 Angkatan Laut yang menjadi saksi kunci dalam sidang Juli 2023, mengakui perubahan besar telah terjadi. “Lima, enam, tujuh tahun lalu, seorang pilot melihat sesuatu di udara bahkan tidak akan memberi tahu kopilotnya,” katanya. Kini, laporan pilot sudah terlembagakan lewat kantor khusus Pentagon.
“Kami telah menerima fakta tertentu, tapi kami tidak serta-merta memiliki lebih banyak jawaban,” ujar Graves, yang kini mendirikan organisasi nirlaba Americans for Safe Aerospace. “Informasi yang kami dapatkan sekarang datang tanpa konteks atau analisis yang nyata.”
Frank menegaskan, jika klaim pelapor benar, seharusnya ada terabyte data dari eksperimen pada pesawat luar angkasa atau tubuh alien. “Jika memang ada, keluarkan pesawatnya, keluarkan mayatnya,” katanya tegas.
Tanpa bukti tak terbantahkan, Frank merujuk pada dua tonggak sains besar: penemuan partikel Higgs Boson oleh CERN pada 2012 dan konfirmasi gelombang gravitasi oleh LIGO pada 2016. Butuh hampir 50 tahun sejak prediksi Peter Higgs pada 1964, pembangunan mesin terbesar yang pernah dibuat manusia, dan ribuan ilmuwan untuk memverifikasi satu partikel yang memberi massa pada seluruh materi di alam semesta.
Proses itulah yang disebut Frank sebagai “pengungkapan” sesungguhnya: data mentah berupa pengukuran, sampel, dan log sensor yang bisa diuji, direplikasi, dan mencapai konsensus oleh ilmuwan independen. Bukan sekadar dokumen pemerintah yang dibuka ke publik tanpa konteks.