SEMARAPURA — Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra turun langsung ke lokasi kebakaran di Dusun Tengah, Desa Timuhun, Banjarangkan, pada Selasa (9/6/2026). Kedatangan mereka untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Berdasarkan laporan di lapangan, api diduga berasal dari percikan dupa di tempat memasak darurat atau dapur. Kobaran dengan cepat menjalar ke bangunan utama yang berukuran 12,5 meter x 9,9 meter, termasuk dua kamar tidur dan satu ruang tamu.
Bangunan gudang atau dapur darurat berukuran 7,8 meter x 1,9 meter juga ludes terbakar. Seluruh peralatan rumah tangga penting—televisi, tempat tidur, kasur, lemari, kulkas, hingga penanak nasi—hangus.
Rumah yang terbakar dihuni dua kepala keluarga dengan total lima orang anggota keluarga. Api sempat merembet ke atap rumah tetangga, I Nengah Sukana (42), namun berhasil dipadamkan berkat kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran bersama tim reaksi cepat BPBD. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada menyerahkan paket bantuan logistik secara simbolis kepada korban. Bantuan meliputi sembako, paket perlengkapan keluarga, paket kesehatan, serta peralatan makan.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Bapak Komang Swastika. Kehadiran kami hari ini bersama Pak Wakil dan Kalaksa BPBD adalah untuk memastikan bahwa penanganan pasca-bencana berjalan dengan cepat dan warga terdampak segera mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasarnya seperti pangan, perlengkapan keluarga, kesehatan, hingga alat makan," ujar Bupati I Made Satria di lokasi kejadian.
Bupati Satria mengimbau seluruh masyarakat Klungkung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga. Pengawasan terhadap penggunaan sarana upakara dan aktivitas memasak menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah memastikan akan mengawal proses pemulihan korban melalui koordinasi lintas instansi.