BANGLI — Peristiwa itu bermula ketika Mike Lambrou, 55, warga negara asing asal Inggris, bersama anaknya menyusuri jalur perkebunan di kawasan hutan Desa Sukawana. Rute perjalanan mereka dimulai dari Batur Natural Hot Spring pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Di tengah jalan area perkebunan, rombongan offroad itu melihat sesosok tubuh tergeletak berlumuran darah dengan sepeda motor menindihnya. Lambrou langsung mendekat, memindahkan motor, dan memeriksa denyut nadi korban.
Korban Dikenali Warga Setempat
Setelah memastikan korban tak bernyawa, Lambrou bergegas ke jalan raya untuk meminta bantuan. Sekitar pukul 14.15 WITA, ia menghentikan seorang pengendara bernama Jro Widiarta.
Widiarta yang mengecek lokasi bersama Lambrou langsung mengenali jasad tersebut sebagai warga lokal. Ia kemudian menghubungi pihak keluarga dan Kepala Dusun Banjar Sukawana untuk diteruskan ke Polsek Kintamani.
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, mengungkapkan bahwa korban diketahui bernama Ketut Selamat, 49. "WNA tersebut langsung mendekati lokasi, memindahkan motor yang menindih korban, dan memeriksa denyut nadinya. Setelah memastikan korban sudah tak bernyawa, saksi bergegas menuju jalan raya untuk meminta bantuan warga sekitar," terang Gumiliarta, Rabu (7/10/2026).
Luka Parah di Kepala, Diduga Kecelakaan Tunggal
Hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis awal menunjukkan korban mengalami luka parah di bagian kepala. Terdapat retak pada tulang belakang kepala, memar di mata kanan, serta pendarahan yang keluar dari hidung dan telinga.
Polisi menduga kuat korban menghembuskan napas terakhir akibat kecelakaan tunggal. Korban terjatuh saat mengendarai sepeda motor di medan jalan perkebunan yang terjal.
Keluarga Minta Otopsi di RS Bhayangkara Denpasar
Meski dugaan awal mengarah pada kecelakaan tunggal, pihak keluarga memilih memastikan penyebab pasti kematian korban melalui prosedur medis lanjutan. "Guna memastikan penyebab pasti kematian korban, atas permintaan pihak keluarga, jenazah akan menjalani proses otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar," tegas Iptu Gumiliarta.
Jalur perkebunan menuju Pondokan Dadem dikenal memiliki kontur terjal dan sering dilintasi wisatawan untuk aktivitas offroad. Polisi masih mendalami peristiwa ini sambil menunggu hasil otopsi.