Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng menyatakan hubungan Tiongkok dan Indonesia kini berada pada masa terbaik dalam sejarah. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato sambutan resepsi perayaan HUT ke-77 Berdirinya RRT di Denpasar, dengan sejumlah capaian kerja sama di bidang politik, ekonomi, hingga sosial budaya. Zhang menyebut Tiongkok siap melaksanakan kesepakatan strategis para pemimpin kedua negara, termasuk membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok-Indonesia.
DENPASAR — Konsul Jenderal RRT di Denpasar Zhang Zhisheng memaparkan sejumlah capaian kerja sama bilateral dalam pidato resepsi HUT ke-77 Berdirinya RRT. Menurut dia, hubungan kedua negara saat ini berada pada titik terbaik sepanjang sejarah.
Zhang menyampaikan hal itu di hadapan tamu undangan yang hadir dalam resepsi di Denpasar. Ia menyinggung pertemuan pimpinan tertinggi kedua negara yang dinilai menjaga rasa saling percaya politik pada tingkat tinggi.
Prabowo Diundang ke KTT APEC China November 2026
Pemerintah China telah mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadiri KTT APEC di China pada November 2026. Mekanisme Dialog Strategis Menyeluruh Tiongkok-Indonesia juga telah diresmikan di Jakarta.
Rapat Tingkat Menteri Kedua Mekanisme Dialog "2+2" Luar Negeri dan Pertahanan kedua negara tercatat telah terselenggara. "Hubungan Tiongkok-Indonesia kini berada pada masa terbaik dalam sejarah," kata Zhang.
Obligasi Panda hingga Keanggotaan WAICO
Dari sisi ekonomi, Zhang menyebut Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar dan salah satu sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia. Indonesia untuk pertama kalinya menerbitkan obligasi panda di China.
Indonesia juga bergabung sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) yang diprakarsai China. "Dari segi ekonomi, Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar dan salah satu sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia," ujarnya.
Salak Bali Tembus Pasar China, Penerbangan Beijing-Denpasar Kembali Beroperasi
Khusus Bali, Zhang menyebut Buah Salak Bali telah berhasil dikirim ke pasar China. Ekspor produk laut melalui rantai pendingin terus berkembang, sementara penerbangan langsung Beijing-Denpasar kembali beroperasi.
Provinsi Yunnan sebagai provinsi sahabat bagi Bali telah melaksanakan tahap ketiga proyek kerja sama pariwisata pertanian lestari di Kabupaten Tabanan. "PT General Energy Bali (China Huadian Corporation) memegang peran kunci dalam menjamin kestabilan pasokan listrik di Bali," katanya.
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bali yang didanai Weiming Environment Protection Co., Ltd. telah mulai dibangun. Zhang memperkirakan proyek itu selesai dalam satu setengah tahun ke depan dan diharapkan menyumbangkan gagasan serta teknologi maju China bagi pengelolaan lingkungan hidup di Bali.
420.000 Wisatawan China ke Bali Sepanjang Januari-Agustus 2026
Jumlah penerbangan langsung antara China dan Indonesia telah mencapai 264 penerbangan per minggu. Sepanjang Januari-Juli 2026, warga China yang berkunjung ke Indonesia tercatat melampaui 1,11 juta orang.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, wisatawan dari China Daratan yang berkunjung ke Bali mencapai sekitar 420.000 orang. Kerja sama pendidikan Bahasa Mandarin antara China dan Indonesia, termasuk di tiga provinsi dalam wilayah konsuler Konsulat Jenderal RRT di Denpasar, terus mengalami kemajuan.
Zhang menyebut Tsinghua University Southeast Asia Center berperan penting dalam memperkuat riset ilmiah, kerja sama kecerdasan buatan (AI), serta pembentukan tenaga terampil tingkat tinggi di kawasan ASEAN.
PKB hingga Festival Layang-layang Denpasar
Hubungan budaya terus berkembang melalui keterlibatan rombongan China dalam Pesta Kesenian Bali (PKB), Festival Film Internasional Bali, dan Festival Layang-layang Denpasar. Sebaliknya, pematung Bali telah berpartisipasi dalam Festival Internasional Salju dan Es Harbin selama beberapa tahun berturut-turut.
Musisi Bali juga telah tampil di Shanghai, Guangzhou, dan sejumlah kota lainnya. "Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar akan senantiasa menjadi jembatan penghubung, memperdalam dan memperluas kerja sama antarwilayah, serta terus menghadirkan dorongan baru bagi perkembangan hubungan kedua negara," kata Zhang.
Isu Taiwan dan Prinsip Satu Tiongkok
Dalam kesempatan tersebut, Zhang menyinggung isu Taiwan dan menegaskan posisi pemerintah China terkait Prinsip Satu Tiongkok. "Masalah Taiwan merupakan kepentingan inti Tiongkok. Kami mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara dengan teguh, menjunjung tinggi Prinsip Satu Tiongkok, serta menentang 'Kemerdekaan Taiwan' dengan tegas," ujarnya.
Zhang menyampaikan apresiasi terhadap posisi pemerintah Indonesia yang disebutnya senantiasa memegang teguh Prinsip Satu Tiongkok. Ia menilai China dan Indonesia merupakan tetangga baik serta mitra yang senasib, dan berharap kerja sama kedua negara terus berkembang untuk mendorong perdamaian, kestabilan, kemajuan, dan kemakmuran di tingkat regional.