Pencarian

DPRD Badung Dukung Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di Kuta

Minggu, 03 Mei 2026 • 18:15:06 WIB
DPRD Badung Dukung Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di Kuta
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, hadir dalam sosialisasi pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di Kuta.

MANGUPURA — Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menghadiri sosialisasi rencana pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali yang berlangsung di Balai Banjar Pengabetan, Desa Adat Kuta, Sabtu (2/5). Pertemuan tersebut membahas secara mendalam pemanfaatan lahan eks Sari Club sebagai situs memorial dan edukasi.

Rencana pembangunan museum ini muncul sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban tragedi kemanusiaan Bom Bali I. Selain menjadi penanda sejarah, kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang publik yang mengedepankan nilai-nilai persatuan dan kemanusiaan di tengah dinamika pariwisata global.

Museum Jadi Media Pembelajaran Nilai Kemanusiaan

I Gusti Anom Gumanti menegaskan bahwa keberadaan museum di lokasi bersejarah tersebut memiliki urgensi yang tinggi. Menurutnya, bangunan ini tidak sekadar struktur fisik, melainkan simbol kesadaran kolektif agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Keberadaan museum ini diharapkan menjadi media pembelajaran yang mampu menghadirkan kesadaran historis, sekaligus menanamkan nilai-nilai perdamaian kepada generasi muda,” ujar Anom Gumanti di hadapan tokoh masyarakat Kuta.

Politisi PDIP asal Kuta tersebut menekankan pentingnya bagi generasi baru untuk memahami konteks sejarah daerahnya. Museum ini akan berfungsi sebagai jembatan informasi yang menghubungkan memori masa lalu dengan semangat menjaga perdamaian di Pulau Dewata.

Potensi Destinasi Wisata Reflektif di Jantung Kuta

Selain fungsi edukasi, Anom Gumanti melihat proyek ini memiliki nilai tambah bagi diversitas pariwisata di Bali, khususnya di Badung. Museum Taman Perdamaian Bali berpotensi menjadi destinasi wisata reflektif yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

“Ini bukan hanya tentang mengenang peristiwa, tetapi juga menghadirkan ruang kontemplatif agar kita semua semakin menghargai arti perdamaian dan kebersamaan,” imbuhnya.

Konsep wisata reflektif ini diharapkan mampu mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk hiburan Kuta dan merenungkan esensi kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat citra Bali sebagai destinasi yang aman, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai universal.

Aspirasi Warga Desa Adat Kuta dalam Sosialisasi

Sosialisasi yang digelar di Banjar Pengabetan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, perangkat desa adat, hingga warga setempat. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama agar pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari akar rumput.

Warga yang hadir menunjukkan perhatian besar terhadap detail rencana pembangunan tersebut. Forum ini menjadi wadah serap aspirasi agar proyek Museum Taman Perdamaian Bali berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat lokal dan memberi manfaat berkelanjutan.

Melalui koordinasi yang intensif antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat adat, pembangunan museum ini diharapkan dapat segera terealisasi. Fokus utamanya tetap pada menjaga memori sejarah sekaligus memperkokoh posisi Bali sebagai pusat pesan perdamaian dunia.

Bagikan
Sumber: nusabali.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks