Pencarian

Jatiluwih Fun Run 2026 Bidik 10 Ribu Pelari Mancanegara

Sabtu, 02 Mei 2026 • 20:55:05 WIB
Jatiluwih Fun Run 2026 Bidik 10 Ribu Pelari Mancanegara
Gubernur Bali Wayan Koster mempersiapkan Jatiluwih Fun Run 2026 untuk menarik 10 ribu pelari mancanegara.

Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali bersama pelaku industri pariwisata resmi menyiapkan Jatiluwih Fun Run 2026 sebagai momentum strategis menuju peringatan satu abad pariwisata Bali. Gubernur Wayan Koster menekankan acara berjadwal 20 Juni 2026 ini harus dikemas sebagai magnet wisata berbasis minat khusus, bukan sekadar agenda lokal.

"Event ini harus fokus menarik pelari dari luar Bali. Potensinya besar, bahkan 10 ribu peserta sangat memungkinkan. Karena digagas pelaku pariwisata, sinergi dengan travel agent harus dimaksimalkan," ujar Gubernur Koster dalam rapat persiapan di Denpasar.

Jatiluwih Dipilih sebagai Lokasi Andalan Diferensiasi

Pemilihan Jatiluwih Rice Terraces bukan keputusan sembarangan. Kawasan ini menawarkan lanskap persawahan berstatus warisan dunia UNESCO yang dinilai memiliki diferensiasi kuat dibandingkan rute lomba lari di destinasi wisata lain. Keunikan ini menjadi daya jual utama untuk menarik pelari internasional.

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies Bali (ASITA Bali) merancang konsep "The Journey Begins from Jatiluwih" sebagai pintu masuk promosi destinasi unggulan di seluruh pulau. Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, mengatakan tren lari kini telah berkembang menjadi gaya hidup lintas negara dengan daya tarik ekonomi signifikan.

"Kami ingin menjadikan Bali Tourism Run sebagai platform promosi berkelanjutan. Dimulai dari Jatiluwih, kemudian dikembangkan ke kabupaten/kota lain," kata Winastra.

Kategori Lari dan Jadwal Pendaftaran Terbuka Mei 2026

Penyelenggara menyiapkan dua kategori lomba: jarak 5 kilometer dan 10 kilometer. Format terbuka untuk pelari profesional maupun masyarakat umum tanpa batasan level keahlian. Pendaftaran dijadwalkan dimulai Mei 2026, dengan target awal peserta sekitar 2.000 orang.

Meski demikian, optimisme menembus angka 10 ribu peserta terus menguat berkat dukungan pemerintah, industri, dan lembaga keuangan. Jatiluwih Fun Run diarahkan menjadi agenda tahunan strategis yang memperkuat positioning Bali di peta sport tourism global.

Keberlanjutan dan Pemberdayaan UMKM Jadi Fondasi Event

Bank Indonesia Provinsi Bali melihat ajang ini sebagai momentum mendorong ekonomi hijau sekaligus memperkuat ekosistem UMKM. Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menekankan integrasi aspek keberlanjutan dalam setiap tahap penyelenggaraan.

"Ini bukan sekadar olahraga, tetapi kombinasi budaya, pertanian, dan lingkungan. Pembatasan plastik sekali pakai dan penggunaan medali dari bahan daur ulang menjadi bagian dari positioning Bali sebagai destinasi hijau," ujar Soeriadimadja.

Pelibatan UMKM lokal difokuskan pada penyediaan produk kuliner, suvenir, dan layanan pendukung event. Strategi ini diharapkan menciptakan multiplier effect ekonomi luas — dari okupansi hotel, transportasi, hingga konsumsi produk lokal.

Potensi Dampak Ekonomi dan Kualitas Kunjungan Wisata

Dari perspektif ekonomi, ajang ini berpotensi meningkatkan bukan hanya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga nilai belanja dan lama tinggal per wisatawan. Pendekatan kolaboratif lintas sektor memungkinkan Bali menggeser strategi promosi dari destinasi rekreasi konvensional menjadi ekosistem pengalaman yang mengintegrasikan olahraga, budaya, dan keberlanjutan.

Jika dikemas konsisten dan profesional, Jatiluwih Fun Run berpotensi menjadi signature event yang mendongkrak kualitas pariwisata Bali menjelang perayaan 100 tahun pariwisata pada 2027.

Bagikan
Sumber: swa.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks