Pencarian

Menicon Kenalkan Lensa Ortho-K di Bali, Solusi Miopia bagi 3,6 Juta Anak

Jumat, 01 Mei 2026 • 06:22:50 WIB
Menicon Kenalkan Lensa Ortho-K di Bali, Solusi Miopia bagi 3,6 Juta Anak
Menicon Indonesia memperkenalkan lensa Orthokeratology sebagai solusi miopia anak di Bali.

Menicon Indonesia memperkenalkan teknologi lensa Orthokeratology (Ortho-K) di Bali sebagai solusi inovatif untuk menekan angka penderita miopia pada anak-anak. Langkah strategis ini diambil guna merespons data Kementerian Kesehatan yang mencatat sekitar 3,6 juta anak di Indonesia mengalami kelainan refraksi yang berisiko memicu komplikasi penglihatan serius.

TABANAN — Menicon Indonesia resmi memperkenalkan teknologi lensa Orthokeratology (Ortho-K) di Nuanu Creative City, Bali, sebagai solusi inovatif guna mengendalikan peningkatan kasus miopia pada anak. Inisiatif ini merupakan bagian dari peringatan 75 tahun Menicon Group sekaligus upaya menekan angka kelainan mata pada generasi muda.

Melalui seminar ilmiah bertajuk "Unlocking Orthokeratology", Menicon Indonesia berkolaborasi dengan PT Berjaya Mandirin OPTO-MEDIC, Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), dan Indonesian Refraction and Vision Optimization Society (INARVOS). Agenda ini mempertemukan sekitar 40 dokter spesialis mata dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mendalami teknologi koreksi penglihatan terbaru.

Ketua Seminar INARVOS, dr. Susanti Natalya Sirait, Sp.M (K), M.Kes, bersama Ketua PERDAMI Daerah Bali, dr. Cokorda Istri Pemayun, Sp.M (K), membuka langsung kegiatan tersebut. Fokus utama pertemuan ini adalah mencari jalan keluar atas ancaman miopia yang kian meluas di kalangan usia sekolah.

Ancaman Miopia dan Risiko Komplikasi di Indonesia

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan dengan sekitar 3,6 juta anak Indonesia mengalami kelainan refraksi miopia. Angka ini diprediksi akan terus merangkak naik jika tidak ada intervensi medis yang tepat. Pertambahan minus yang tidak terkendali pada masa pertumbuhan bukan sekadar masalah kacamata, melainkan ancaman kesehatan jangka panjang.

dr. Susanti Natalya Sirait mengungkapkan bahwa peningkatan miopia dapat memicu komplikasi serius. "Pertambahan minus pada masa pertumbuhan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti kelainan retina, glaukoma, hingga katarak," jelasnya. Bahkan, penelitian Brien Holden Vision Institute memproyeksikan prevalensi miopia akan mencapai 50 persen populasi dunia pada tahun 2050.

Kondisi ini menempatkan Ortho-K sebagai salah satu pilihan utama dalam tata laksana miopia. Teknologi ini menawarkan alternatif selain penggunaan kacamata konvensional atau tindakan bedah, terutama bagi pasien yang masih dalam masa pertumbuhan aktif.

Teknologi Lensa Ortho-K: Bekerja Saat Pasien Tidur

Lensa Ortho-K memiliki mekanisme kerja yang unik dibandingkan lensa kontak pada umumnya. Dr. dr. Tri Rahayu, Sp.M (K), FIACLE, salah satu narasumber seminar, menjelaskan bahwa lensa ini digunakan saat pasien tidur malam. Desain reverse geometry pada lensa berbahan rigid gas permeable ini bekerja meratakan bagian tengah kornea secara sementara.

Tekanan lembut dari kelopak mata dan gaya hidrodinamik saat tidur mengubah lapisan epitel kornea. Hal ini membantu memfokuskan bayangan tepat pada retina. "Perubahan pada lapisan epitel kornea tersebut membantu memfokuskan bayangan tepat pada retina sehingga penglihatan menjadi lebih jelas di siang hari tanpa perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak," urai Dr. Tri Rahayu.

Manfaat praktis ini sangat dirasakan bagi individu dengan mobilitas tinggi. Pasien dapat beraktivitas bebas di siang hari tanpa gangguan visual. Solusi ini dinilai sangat efektif bagi anak-anak yang aktif berolahraga, berenang, atau profesi tertentu yang tidak memungkinkan penggunaan kacamata.

Akses Medis dan Pengembangan Kompetensi Dokter

Marketing Manager Menicon Indonesia, Carolina Fenny, menekankan bahwa lensa Ortho-K memiliki transmisi oksigen yang tinggi sehingga aman untuk kesehatan mata. Namun, penggunaan teknologi ini tetap memerlukan pengawasan medis yang ketat. Lensa Ortho-K hanya dapat diresepkan oleh dokter spesialis mata setelah melalui konsultasi mendalam untuk memastikan kesesuaian terapi pada setiap pasien.

Di sisi lain, Business Manager PT Berjaya Mandirin Opto-Medic, Widiastuti Eko W, mengapresiasi antusiasme para dokter spesialis mata dalam meningkatkan kompetensi mereka. Pihaknya bersama PERDAMI dan INARVOS berkomitmen menyelenggarakan kegiatan ilmiah secara rutin, baik luring maupun daring.

Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap terapi miopia yang aman dan efektif. Dengan pemahaman dokter yang semakin mendalam mengenai teknologi Orthokeratology, masyarakat kini memiliki pilihan terapi koreksi penglihatan yang lebih inovatif dan mampu melindungi kualitas penglihatan generasi mendatang.

Bagikan
Sumber: industry.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks