Proyek Trem Kuta-Canggu di Badung Resmi Dimulai, Bupati Targetkan Beroperasi 2028 untuk Atasi Kemacetan

Penulis: Haris Maulana  •  Selasa, 01 September 2026 | 19:02:31 WIB
Pemkab Badung dan PT KAI menandatangani kesepakatan pembangunan trem Kuta-Canggu di Badung, Bali.

BADUNG — Kemacetan yang kerap melumpuhkan pergerakan wisatawan di kawasan Kuta, Seminyak, dan Canggu akhirnya mendapat jawaban konkret. Pemkab Badung dan PT KAI sepakat membangun trem berbasis baterai yang bakal memangkas waktu tempuh dari Legian ke Bandara menjadi sekitar 23 menit.

Dua Fase Pembangunan, Jalur Bandara Dirancang Melayang

Proyek yang masuk dalam inisiatif Bali Low Emission Zone Initiative (BLEZI) ini akan dikerjakan dalam dua fase. Fase 1A mencakup rute Bandara-Legian sepanjang 6,6 kilometer dengan target operasi di kuartal IV-2028. Fase lanjutan 1B menghubungkan Legian-Seminyak-Canggu sepanjang 6,5 kilometer yang dijadwalkan rampung pada kuartal I-2031.

Desain teknisnya menggunakan jalur tunggal dengan jalur ganda di titik perlintasan dan stasiun akhir. Dikarenakan keterbatasan lahan, konstruksi di area bandara akan dibuat melayang, sementara sisanya berada di permukaan tanah.

Sistem pengisian daya trem ditempatkan di depo dan stasiun akhir agar tidak mengganggu visual kawasan pesisir. Keputusan ini diambil untuk menjaga estetika dan kearifan lokal Bali yang menjadi daya tarik utama pariwisata.

Berapa Lama Waktu Tempuh dan Bagaimana Dampaknya ke Pariwisata?

Kemacetan di Bali selatan dinilai telah menggerus kenyamanan wisatawan dan berpotensi merusak ekosistem pariwisata. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan penanganan masalah ini bersifat mendesak dan meminta sosialisasi masif dilakukan kepada masyarakat serta pengelola hotel di sepanjang koridor trem.

"Kemacetan harus segera ditangani karena berpotensi merusak ekosistem pariwisata kita," ujar Koster. Ia menambahkan, trem harus diposisikan sebagai peluang baru bagi pelaku usaha di kawasan tersebut, bukan sebagai ancaman.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyebutkan, kajian trase trem perlu dilakukan secara komprehensif agar terintegrasi dengan jaringan jalan dan kawasan pariwisata. "Kesepakatan ini merupakan tahap awal yang krusial bagi pengembangan transportasi publik di Badung," katanya.

Rute ke Nusa Dua dan Uluwatu Masuk Rencana Pengembangan

Keberadaan trem ini diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat dan wisatawan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Pemkab Badung juga mendorong konektivitas rute Nusa Dua menuju Uluwatu sebagai fase pengembangan berikutnya.

Jika terealisasi, kawasan pariwisata selatan Bali akan terhubung dalam satu sistem transportasi massal yang ramah lingkungan. Ini sejalan dengan visi BLEZI untuk menekan emisi karbon di destinasi wisata utama Indonesia.

Dukungan Pemda dan Kemenhub Jadi Kunci Percepatan Proyek

Direktur PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan kebutuhan dukungan dari pemerintah daerah untuk merealisasikan proyek ini. "Kami butuh dukungan pemda untuk penyediaan lahan depo, akses trase bandara, dan perizinan. Pendampingan teknis dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub juga sangat kami perlukan," ungkapnya.

Pembebasan lahan menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus diselesaikan. Penyediaan lokasi depo, penguatan pesisir, hingga akses perizinan juga membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Penandatanganan naskah kesepakatan turut disaksikan oleh perwakilan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Dirut Jamkrida Bali Mandara, serta jajaran pejabat Pemprov Bali dan Pemkab Badung.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top