DENPASAR — Tiga lomba utama digelar TP PKK Provinsi Bali dalam rangka HKG ke-54, yaitu senam, memasak, dan paduan suara. Lomba senam diikuti tim dari masing-masing daerah yang terdiri dari 20 peserta, sementara lomba memasak dan paduan suara juga melibatkan pelajar SMA se-Bali.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menekankan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga keluarga, terutama peran ibu sebagai pendidik utama di rumah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini,” ucap Putri Koster dalam keterangan Pemprov Bali yang diterima di Denpasar, Kamis.
Menurut Putri Koster, lomba senam tidak hanya mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarpelajar. Ia menilai sinergi antara lingkungan pendidikan dan keluarga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti, etika, dan sopan santun yang akan menjadi bekal anak hingga dewasa.
Pada lomba memasak, peserta diajak memahami pentingnya mengolah makanan sehat secara mandiri menggunakan bahan alami dan bergizi. TP PKK berharap kebiasaan memasak sendiri dapat membantu generasi muda mengenali pola makan sehat tanpa ketergantungan pada penyedap rasa berlebihan.
Lomba paduan suara menjadi upaya memperkenalkan dan melestarikan lagu-lagu daerah Bali kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya di tengah perkembangan zaman.
Putri Koster mengajak seluruh peserta untuk berkompetisi secara sehat dengan menjunjung sportivitas, kekompakan, dan rasa saling menghargai. Ia menekankan pentingnya menjauhkan sikap iri hati maupun persaingan yang tidak sehat dalam setiap perlombaan.