KARANGASEM — Tim penyelam gabungan dari komunitas lingkungan, TNI, Polri, akademisi, dan mahasiswa mulai melakukan pemetaan awal kawasan konservasi di perairan Tianyar Barat. Langkah ini menjadi fondasi pembangunan Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata yang digagas melalui kegiatan Tianyar Explore 2026 – Save The Sea, akhir pekan kemarin.
Selain pemetaan, tim juga melakukan pemantauan kondisi ekosistem laut dan dokumentasi ilmiah bawah laut. Data yang terkumpul akan menjadi dasar pengembangan kawasan konservasi yang kelak berfungsi sebagai pusat edukasi, rehabilitasi ekosistem, dan destinasi wisata bahari.
Ketua Umum Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, menyebut museum bawah laut ini dirancang untuk memberikan manfaat ekologis, sosial, pendidikan, dan ekonomi. "Melalui pemetaan awal Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata, kami ingin membangun kawasan konservasi yang memberikan manfaat. Misalnya manfaat ekologis, sosial, pendidikan, dan ekonomi melalui konsep Blue Economy," ujarnya.
Henny menambahkan, keterlibatan organisasinya merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi biru yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden. Laut, menurutnya, bukan hanya sumber kehidupan saat ini tetapi juga harapan bagi generasi mendatang.
Kegiatan ini melibatkan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, organisasi profesi, komunitas penyelam, dunia usaha, media, hingga masyarakat. Pembina Kawan Alam Indonesia sekaligus Palaksa Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar, Letkol Laut (P) I Nyoman Astawa Yasa, menilai pembangunan museum bawah laut menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan ekosistem laut sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Laut merupakan ruang strategis yang memiliki banyak fungsi pertahanan. Contohnya ekonomi, lingkungan, dan kedaulatan negara," kata Nyoman.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada pemetaan. Para peserta juga menandatangani Deklarasi Save The Sea 2026, melepas tukik ke habitat alaminya, dan menyampaikan hasil dokumentasi bawah laut. Diskusi lintas sektor mengenai pelestarian ekosistem laut turut digelar untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan.
Kepala Bagian Pembinaan Operasional Ditpolairud Polda Bali, AKBP I G.A. Purnama Wirahadi, menyatakan dukungan penuh terhadap program konservasi ini. Menurutnya, pelestarian laut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan wilayah perairan.
"Kolaborasi seperti Tianyar Explore dapat terus dikembangkan di berbagai kawasan pesisir Bali untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sumber daya kelautan Indonesia," ujar Purnama.