BALI — Penunjukan Agustina Arumsari sebagai juru bicara BGN diumumkan setelah Nanik S Deyang menerima masukan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kebijakan dan realisasi program BGN dapat tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.
Menurut sumber internal BGN, kebutuhan akan seorang jubir semakin mendesak seiring meluasnya cakupan kerja lembaga tersebut. “Ibu Nanik ingin ada satu suara resmi yang terverifikasi, terutama saat menanggapi isu-isu strategis yang berkembang,” ujar pejabat BGN yang enggan disebut namanya.
Agustina Arumsari diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara BGN dengan publik, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Tugas utamanya meliputi penyampaian data capaian program, klarifikasi informasi yang keliru, serta menjelaskan kebijakan teknis BGN ke khalayak luas.
Penunjukan ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan BGN yang diatur dalam Peraturan Presiden tentang Badan Gizi Nasional. Salah satu poin dalam beleid tersebut menekankan pentingnya transparansi informasi sebagai pilar utama pelayanan publik.
Dalam struktur organisasi BGN, jubir akan bekerja langsung di bawah koordinasi Kepala BGN. Setiap pernyataan resmi yang dikeluarkan harus melalui proses verifikasi internal sebelum disebarluaskan.
DPR menyambut baik langkah ini. Anggota Komisi IX yang membidangi urusan gizi dan kesehatan menilai kehadiran jubir akan memudahkan pengawasan parlemen terhadap kinerja BGN. “Kami sering kesulitan mendapatkan satu pintu informasi yang jelas. Dengan adanya jubir, komunikasi antara DPR dan BGN diharapkan lebih cair,” kata seorang anggota fraksi.
Namun, sejumlah kalangan mengingatkan agar posisi ini tidak sekadar menjadi corong seremonial. Jubir BGN dituntut untuk responsif terhadap pertanyaan kritis publik, terutama soal anggaran dan efektivitas program di lapangan.
Sejak dilantik, Agustina Arumsari langsung bergerak menyusun peta komunikasi. Dalam minggu pertama, ia menggelar pertemuan dengan tim humas untuk merancang kanal informasi resmi, termasuk portal data terbuka dan jadwal konferensi pers berkala.
BGN juga tengah menyiapkan mekanisme penanganan aduan masyarakat yang akan diintegrasikan dengan tugas jubir. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden agar setiap lembaga negara memiliki sistem informasi publik yang akuntabel.
Ke depan, publik dapat menyaksikan keterbukaan BGN melalui pernyataan resmi yang akan dirilis secara rutin. Penunjukan Agustina Arumsari menjadi sinyal bahwa lembaga ini mulai serius membangun kepercayaan publik di tengah berbagai tantangan pemenuhan gizi nasional.