BALI — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) melaporkan, kegiatan perawatan sumur alias well service di Sumur Suban-28 rampung sesuai jadwal. Pekerjaan dimulai pada 27 Mei 2026 dan selesai 11 Juni 2026.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, kunci keberhasilan ada pada teknik perforasi di lapisan BRF. Hasilnya, produksi melonjak 4 MMSCFD dan langsung tersambung ke fasilitas produksi.
“PT Medco E&P Grisik Ltd telah menyelesaikan pekerjaan well service pada Sumur Suban-28 di Blok Corridor. Melalui kegiatan perforasi pada lapisan BRF, diperoleh tambahan produksi gas sebesar 4 MMSCFD yang dapat langsung dialirkan ke fasilitas produksi,” ujar Djoko dalam keterangan resmi, Senin (15/6).
Tak cuma soal volume gas, efisiensi biaya juga ikut menonjol. Realisasi anggaran kegiatan ini tercatat hanya 88 persen dari total yang telah disetujui SKK Migas. Artinya, ada penghematan signifikan tanpa mengorbankan hasil produksi.
“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen industri hulu migas dalam mengoptimalkan produksi melalui kegiatan perawatan sumur yang efektif dan efisien,” kata Djoko.
Tambahan 4 MMSCFD memang tak sebesar temuan lapangan baru. Namun, dalam konteks menjaga pasokan nasional, setiap juta kaki kubik sangat berarti. Gas dari Blok Corridor selama ini menjadi pemasok utama untuk kebutuhan industri dan pembangkit listrik di Sumatra bagian selatan.
Dengan metode well service, perusahaan tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pengeboran sumur baru. Waktu pengerjaan pun lebih singkat, sehingga gas bisa segera mengalir ke konsumen.
SKK Migas mendorong seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk meniru pola ini. Program pengeboran, work over, dan well service diharapkan tak cuma memenuhi target, tapi juga melampauinya.
“Kami berharap seluruh kegiatan pengeboran, work over, dan well service yang dijalankan KKKS dapat memberikan hasil yang optimal bahkan melampaui target yang telah ditetapkan, sehingga dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional,” ungkap Djoko.
Keberhasilan Medco E&P di Sumur Suban-28 menjadi sinyal positif di tengah tekanan penurunan produksi alami sumur-sumur tua. Dengan perawatan rutin dan teknik tepat sasaran, sumur eksisting masih bisa dioptimalkan tanpa harus menunggu temuan cadangan baru.