DENPASAR — Pergerakan harga emas UBS di Bali pada hari ini menunjukkan pola fluktuatif. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar yang tengah memantau arah kebijakan suku bunga global, terutama dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Eropa.
Harga emas UBS ukuran 1 gram di Denpasar pada Jumat pagi tercatat di kisaran Rp 1,5 jutaan, sedikit berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara untuk ukuran 5 gram, harganya berada di level Rp 7,2 jutaan.
Fluktuasi ini terjadi karena investor global tengah bersiap menghadapi potensi perubahan suku bunga acuan yang bisa mempengaruhi daya tarik emas sebagai aset safe haven. Jika suku bunga naik, harga emas cenderung tertekan karena imbal hasil instrumen lain seperti obligasi menjadi lebih kompetitif.
Berdasarkan data yang dihimpun di Denpasar, berikut harga emas UBS untuk berbagai ukuran pada Jumat (12/6/2026):
Harga-harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan atau biaya cetak yang mungkin berlaku di masing-masing butik emas di Bali.
Pasar emas global saat ini sangat sensitif terhadap data ekonomi AS dan pernyataan pejabat bank sentral. Pekan depan, pasar akan menantikan keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Di sisi lain, permintaan emas fisik di Bali untuk kebutuhan investasi dan perhiasan masih stabil. Beberapa pedagang emas di Denpasar melaporkan tidak ada lonjakan pembelian yang signifikan, namun transaksi tetap berjalan normal.
Bagi warga Bali yang ingin berinvestasi emas, para analis menyarankan untuk tidak terjebak dalam pergerakan harian. Fluktuasi harga seperti saat ini adalah hal biasa dan bisa dimanfaatkan untuk membeli saat harga turun atau koreksi.
Pastikan membeli emas di butik resmi UBS atau Antam yang sudah bersertifikat untuk menjamin keaslian dan kemurnian. Di Bali, butik emas resmi tersebar di Denpasar, Badung, dan Gianyar.