BALI — Pemain berusia 27 tahun ini hanya bermain sekitar 10 menit saat Indonesia menghadapi Oman pada Jumat (5/6) lalu. Meski masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-80 menggantikan Ragnar Oeratmangon, Saddil langsung menunjukkan taringnya dengan beberapa penetrasi berbahaya dari sisi sayap.
Satu peluang emas sempat ia dapatkan di menit-menit akhir. Namun, tendangan melengkung kaki kirinya masih meleset tipis di sisi kiri gawang Oman. Meski gagal mencetak gol, performa singkat itu cukup menjadi sinyal bahwa kualitas individunya belum luntur.
Keberanian Saddil melakukan dribel satu lawan satu menjadi senjata utama yang merepotkan pertahanan lawan. Pelatih John Herdman punya alasan kuat untuk kembali memanfaatkannya sebagai pemain pengganti yang bisa mengubah ritme pertandingan.
Jika melihat peringkat FIFA, Mozambik berada di bawah Oman. Secara teori, celah ini memberi peluang lebih besar bagi pemain pelapis seperti Saddil untuk unjuk gigi dan merebut posisi reguler di skuad utama.
Bersama Persib Bandung di BRI Super League, Saddil beberapa kali dimasukkan di pertengahan laga dan langsung memberikan kejutan. Kombinasi kecepatan, olah bola, serta akurasi umpan silang ke kotak penalti menjadikannya ancaman serius bagi bek lawan yang mulai kelelahan.
Beberapa keunggulan Saddil yang bisa dimanfaatkan Herdman antara lain kecepatan saat serangan balik, kemampuan dribel satu lawan satu, akurasi tendangan jarak jauh, visi mengirim umpan silang, serta pengalaman internasional yang cukup matang.
Menjelang laga kontra Mozambik, Saddil buka suara soal ketatnya persaingan memperebutkan posisi utama di skuad Garuda. Ia menilai banyaknya pemain berkualitas di tim saat ini justru merupakan hal yang sangat positif.
"Persaingan yang kompetitif akan memacu setiap individu untuk terus meningkatkan level permainan," ujar Saddil. Ia menambahkan bahwa siapa pun yang dipilih pelatih pasti merupakan pilihan terbaik, dan ia berkomitmen selalu siap memberikan yang terbaik kapan pun instruksi bermain datang.
Status sebagai pemain pengganti bukan hal asing bagi mantan pemain Persela Lamongan ini. Justru, peran super sub kerap menjadi senjata rahasia yang mampu mengubah jalannya pertandingan di babak kedua.
Dukungan suporter di Stadion Gelora Bung Karno diharapkan bisa menjadi tambahan energi bagi Saddil untuk mencetak gol atau assist perdana di FIFA Matchday kali ini.