Pencarian

Bitcoin Bertahan di Atas US$62.500, Tapi Sinyal Pasar Makin Bearish

Rabu, 24 Juni 2026 • 22:42:01 WIB
Bitcoin Bertahan di Atas US$62.500, Tapi Sinyal Pasar Makin Bearish
Bitcoin bertahan di atas US$62.500 meski sinyal pasar kripto menunjukkan tren bearish.

Pergerakan harga yang lesu dan data derivatif yang suram menjadi tanda bahaya bagi pasar kripto. Indeks CoinDesk 20 (CD20) turun 0,9% pada Rabu (18/6), dengan 18 dari 20 aset di dalamnya mengalami penurunan. Bitcoin dan ether masing-masing hanya melemah kurang dari 0,4% sejak tengah malam UTC, tapi ketiadaan rebound yang berarti menjadi kekhawatiran utama.

Situasi ini makin mengkhawatirkan karena terjadi saat indeks futures ekuitas AS mulai pulih dari aksi jual saham teknologi pada Selasa. Alih-alih ikut bangkit, pasar kripto justru tetap lemah.

Derivatif Mengonfirmasi Dominasi Posisi Short

Data derivatif dalam 24 jam terakhir menunjukkan volume perdagangan turun 27% menjadi US$141 miliar, sementara open interest (OI) justru naik 2% menjadi US$106 miliar. Likuidasi tercatat US$158 juta—terendah dalam dua pekan.

Futures BTC bertahan di sekitar 730.000 BTC selama delapan hari berturut-turut, menandakan konsolidasi. Namun, kondisi berbeda terjadi di ether. OI futures ETH naik menjadi 14,3 juta ETH—tertinggi dalam dua pekan—tepat saat harga spot turun dari US$1.780 ke US$1.650. Kombinasi ini biasanya menandakan aksi shorting ke dalam rally.

Meski funding rate masih sedikit positif, cumulative volume delta (CVD) 24 jam negatif. Ini mengonfirmasi bahwa bear memimpin pergerakan harga melalui market order, bukan limit order pasif.

SOL Cetak Rekor OI, Tapi Didorong Short Baru

Futures SOL mencatat open interest tertinggi sepanjang masa di 77,68 juta token. Tapi baik funding rate maupun CVD yang disesuaikan dengan OI sama-sama negatif. Artinya, aksi ini didorong oleh posisi short baru, bukan optimisme bullish.

Di sisi lain, pasar ZEC justru mendingin drastis dengan OI yang turun ke 2 juta token dari 2,55 juta token bulan lalu.

Indeks Volatilitas dan Opsi Semakin Pessimistis

Indeks volatilitas implisit 30 hari bitcoin (BVIV) turun ke 43% dari 48% pada Selasa. Pola serupa juga terlihat di indeks volatilitas ether.

Di Deribit, skew satu pekan melebar ke 10,9 vol poin untuk opsi put, naik dari sekitar 7 vol poin sehari sebelumnya. Pelebaran ini menjadi sinyal jelas bahwa kekhawatiran akan penurunan harga semakin intensif. Skew satu bulan juga ikut melebar.

Block flows di Paradigm mencatat strategi straddle pada strike US$62.000 dengan opsi call dan put yang sama-sama jatuh tempo 3 Juli. Pembeli straddle biasanya bertaruh pada volatilitas tinggi.

Level Kritis Bitcoin dan Nasib Altcoin

Bitcoin kini harus menghindari jatuh di bawah level psikologis US$60.000. Jika tembus, harga berisiko kembali ke rentang perdagangan yang belum terlihat sejak akhir 2024, dengan US$52.000 sebagai level kunci berikutnya.

Di tengah tekanan ini, beberapa altcoin justru menunjukkan performa positif. Jupiter (JUP) dan monero (XMR) mencatat kenaikan 2-4% dalam 24 jam terakhir, menandakan minat investor belum sepenuhnya padam.

Namun, nasib buruk menimpa ethena (ENA) yang sudah kehilangan lebih dari 90% nilainya sejak rekor tertinggi US$0,87 pada September lalu. Platform DeFi penghasil yield ini sangat bergantung pada kondisi pasar bullish, termasuk funding rate yang positif.

Penurunan serupa juga terjadi pada token veteran seperti LTC dan ADA yang gagal mencapai puncak 2021 mereka di pasar bull terbaru, dan kini efektif berada dalam tren turun makro sejak saat itu.

Dolar Kuat dan Volume Bursa Anjlok Semakin Tekan Pasar

Indeks Dolar AS (DXY) terus mencetak level tertinggi baru dan kini mendekati puncak Mei 2025. Dolar yang menguat biasanya menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko, termasuk kripto, karena investor cenderung memilih cash.

Volume bursa kripto pada Mei turun 3,45% menjadi US$4,41 triliun—terendah sejak September 2024. Namun, volume perpetual futures RWA justru naik 10,4% melawan tren, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Bagikan
Sumber: coindesk.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks