TABANAN — Biaya membangun rumah atau gedung di Kabupaten Tabanan tahun ini masih lebih murah dibandingkan sebagian besar wilayah lain di Bali. Angka Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) yang dirilis BPS menunjukkan bahwa harga konstruksi di Tabanan hanya 1,087 kali lipat dari kota acuan, Surabaya.
IKK adalah indeks yang mengukur perbandingan harga konstruksi suatu daerah terhadap Kota Surabaya sebagai patokan. Semakin tinggi angka IKK, maka semakin mahal biaya pembangunan di wilayah tersebut. Angka 108,69 poin menempatkan Tabanan di urutan ketiga termurah se-Bali.
Daftar IKK: Denpasar Paling Mahal, Jembrana Termurah
Berdasarkan publikasi BPS, IKK tertinggi di Bali justru berada di Kota Denpasar dengan 117,97 poin. Sementara itu, kabupaten dengan biaya konstruksi termurah adalah Jembrana dengan skor 104,93 poin.
Berikut peringkat IKK sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali pada 2025:
- Kabupaten Jembrana: 104,93 poin
- Kabupaten Gianyar: 105,95 poin
- Kabupaten Tabanan: 108,69 poin
- Kabupaten Karang Asem: 108,97 poin
- Kabupaten Buleleng: 109,12 poin
- Kabupaten Badung: 111,08 poin
- Kabupaten Bangli: 111,08 poin
- Kabupaten Klungkung: 113,07 poin
- Kota Denpasar: 117,97 poin
Naik Tipis Dibanding Tahun Lalu, Turun Drastis dalam Lima Tahun
IKK Tabanan pada 2025 naik 4,46 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, indeks ini justru turun 7,49 poin. Artinya, meskipun harga konstruksi tahun ini lebih mahal ketimbang 2024, tren jangka panjangnya masih menunjukkan penurunan.
Penurunan IKK dalam lima tahun terakhir bisa menjadi indikasi bahwa biaya material atau upah pekerja di Tabanan tidak mengalami lonjakan signifikan dibandingkan daerah lain di Bali. Hal ini berbeda dengan Kota Denpasar yang konsisten menjadi wilayah termahal untuk proyek konstruksi.
Apa Artinya bagi Warga dan Pengembang?
Bagi warga Tabanan yang berencana membangun rumah, angka IKK ini bisa menjadi patokan awal untuk memperkirakan anggaran. Meski lebih murah dari Denpasar, biaya konstruksi di Tabanan tetap lebih tinggi dari Surabaya. Sementara bagi pengembang, data ini menjadi sinyal bahwa daya saing proyek properti di Tabanan masih cukup kompetitif secara regional.
Pemerintah daerah sendiri kerap menggunakan data IKK sebagai salah satu acuan dalam menghitung besaran upah minimum sektoral maupun penyesuaian harga satuan pekerjaan dalam proyek-proyek infrastruktur publik.