DENPASAR — Aksi penjambretan terhadap Ni Gusti Sayu PS, warga Banjar Tegalantang Klod, Desa Padangsambian Klod, terjadi saat korban berjalan kaki menuju rumah menantunya di Gang Waru. Video kejadian yang diunggah akun Instagram Denpasarviral membuat peristiwa ini menyebar luas di media sosial.
Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya menyampaikan kronologi kejadian yang berlangsung Jumat, 9 Oktober 2026. Saat melintas dari arah timur menuju barat, korban tiba-tiba dihampiri pengendara sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.
Pelaku Gagal Bawa Kabur Kalung Emas Korban
Pelaku berusaha menarik kalung emas yang dikenakan korban. Korban yang terkejut langsung mempertahankan perhiasannya sambil berteriak meminta pertolongan warga dengan meneriakkan, "Ada jambret!"
Teriakan tersebut membuat warga sekitar keluar rumah. Melihat situasi itu, pelaku langsung melarikan diri ke arah timur tanpa membawa hasil.
"Meski demikian, pelaku tidak berhasil membawa kabur kalung emas milik korban maupun barang berharga lainnya," ucap Saputra Jaya.
Korban Alami Luka Lecet dan Trauma
Dalam upaya mempertahankan kalungnya, korban terjatuh hingga mengalami luka lecet pada siku kanan dan lutut kiri. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma akibat aksi penjambretan tersebut.
Korban tidak membuat laporan polisi karena tidak ada barang miliknya yang berhasil dirampas pelaku. Meski demikian, Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat tetap menindaklanjuti informasi kejadian tersebut.
Polisi Periksa CCTV dan Gelar Patroli Bersama Pecalang
Penyelidikan yang dilakukan mencakup pemeriksaan rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga melaksanakan patroli bersama Linmas dan pecalang untuk menjaga keamanan serta mengantisipasi tindak kejahatan serupa.
Saputra Jaya mengimbau masyarakat agar selalu waspada ketika beraktivitas di luar rumah. Warga diingatkan menghindari penggunaan perhiasan mencolok saat bepergian karena dapat menarik perhatian pelaku kejahatan.
"Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati terhadap orang atau kendaraan yang mencurigakan serta segera meminta pertolongan apabila menghadapi situasi membahayakan," harap Saputra Jaya.