Pencarian

Pemprov Bali Pakai 10 Persen PHR Badung Restorasi Total 26 Pelinggih Lapuk di Pura Besakih

Minggu, 11 Oktober 2026 • 06:47:01 WIB
Pemprov Bali Pakai 10 Persen PHR Badung Restorasi Total 26 Pelinggih Lapuk di Pura Besakih
Gubernur Bali Wayan Koster meninjau kondisi pelinggih di Pura Besakih, Karangasem.

KARANGASEM — Keputusan penggunaan dana PHR Badung untuk pemugaran Pura Besakih disampaikan Gubernur Wayan Koster usai penandatanganan kesepakatan bersama kawasan rendah emisi di Pura Dang Khayangan Er Jeruk, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, Sabtu (10/10/2026). Dari target PHR Bali 2026 sebesar Rp8,5 triliun, Badung menyumbang Rp6,3 triliun atau lebih dari 70 persen. Skema 10 persen dari penerimaan itu dialokasikan untuk infrastruktur daerah dan pelestarian budaya-keagamaan.

26 Pelinggih Utama Dinilai Sudah Reyot dan Berjamur

Hasil inventarisasi dan pengecekan langsung di lapangan menemukan 26 pelinggih utama di kompleks pura terbesar di Bali itu dalam kondisi rusak. Koster menyebut kondisi bangunan suci tersebut sudah jamuran, reyot, dan lapuk.

“Di Pura Besakih ada 26 pelinggih utama yang sudah jamuran, reyot, dan lapuk. Pikir saya, bagaimana mungkin kita terus nunas kerahayuan (memohon keselamatan) sementara tempat suci utamanya dibiarkan rusak? Maka tahun ini PHR yang dikontribusikan Badung kita pakai untuk restorasi total,” ujar Koster.

Dana PHR Badung untuk Infrastruktur dan Pemugaran Situs Suci

Skema kewajiban alokasi 10 persen PHR Badung dibagi untuk dua kebutuhan. Pertama, Pengembangan Infrastruktur Daerah guna mendukung pembangunan jalan dan fasilitas umum di enam kabupaten penerima PHR rendah.

Kedua, Pelestarian dan Restorasi Budaya/Keagamaan untuk membiayai pemugaran situs suci serta pura strategis tingkat provinsi. Pura Besakih masuk dalam cakupan alokasi tersebut.

Alasan Badung Ikut Menanggung Beban Karangasem

Koster menilai pariwisata Bali terhubung lintas kabupaten. Kerusakan lingkungan atau masalah infrastruktur di Karangasem, Klungkung, atau Nusa Penida, menurutnya, tetap berdampak ke pariwisata Bali secara keseluruhan, termasuk Badung.

“Pariwisata Bali ini aktivitasnya terhubung se-Bali. Jika terjadi kerusakan lingkungan atau masalah infrastruktur di Karangasem, Klungkung, atau Nusa Penida, dampaknya akan dirasakan oleh pariwisata Bali secara keseluruhan, termasuk Badung. Maka Badung juga punya tanggung jawab moral dan fiskal untuk ikut menjaga Bali,” tegasnya.

Restorasi Sekala dan Niskala

Pemugaran dilakukan secara sekala dan niskala agar seluruh struktur pura utama berdiri kokoh kembali. Koster menyebut pemanfaatan dana PHR untuk tempat suci sebagai bentuk pengelolaan anggaran yang beradab dan bermartabat.

“Kita mendapatkan rezeki ini dari bumi Bali dan atas restu para leluhur. Karena itu, menggunakannya pun harus beradab dan bermartabat, bukan sekadar untuk hal-hal yang bersifat fisik semata, tetapi untuk membentengi dan merawat benteng spiritual Bali,” tutup Gubernur.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balikonten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks