DENPASAR — Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan mengguyur tujuh wilayah di Bali pada Selasa (20/5/2026). BMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini cuaca yang perlu diwaspadai masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan.
Kecepatan angin di wilayah Bali berkisar antara 4 hingga 30 kilometer per jam. Suhu udara maksimum diprakirakan mencapai 32 derajat Celsius. Kondisi ini menandai transisi cuaca yang perlu diantisipasi.
Tujuh Kabupaten Berpotensi Hujan Lebat
BMKG menyebutkan tujuh wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.
Masyarakat di daerah-daerah itu diimbau waspada terhadap kemungkinan genangan air, pohon tumbang, hingga tanah longsor. Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat bisa memicu gangguan aktivitas harian.
Tinggi Gelombang di Perairan Selatan Capai 4 Meter
BMKG juga mencatat kondisi tinggi gelombang laut yang bervariasi. Di Perairan Utara Bali, tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Sementara di Perairan Selatan Bali, angkanya jauh lebih tinggi, yakni 0,5 hingga 4,0 meter.
Data cuaca di sejumlah pelabuhan pada pukul 14.00 WITA menunjukkan gelombang terendah, sekitar 0,1 hingga 0,5 meter, terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Celukan Bawang, Padangbai, Nusa Penida, dan Kusamba. Di Pelabuhan Kusamba, cuaca tercatat hujan ringan.
Kondisi berbeda terpantau di Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Sanur, dan Pelabuhan Serangan. Di tiga pelabuhan ini, tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dengan cuaca cerah berawan. Adapun Pelabuhan Pengambengan mencatat gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Imbauan bagi Nelayan dan Pengguna Jasa Pelabuhan
BMKG mengimbau para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Gelombang tinggi di perairan selatan Bali berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal-kapal kecil.
Masyarakat yang hendak menyeberang atau melaut disarankan memantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Kondisi cuaca yang cepat berubah perlu menjadi perhatian utama demi keselamatan.