Pencarian

Dokter Gizi Peringatkan: Minum Kopi Saat Lelah Justru Memicu Dehidrasi dan Menguras Elektrolit

Selasa, 19 Mei 2026 • 17:57:54 WIB
Dokter Gizi Peringatkan: Minum Kopi Saat Lelah Justru Memicu Dehidrasi dan Menguras Elektrolit
Dokter gizi mengingatkan kopi dapat mempercepat dehidrasi saat tubuh lelah.

JAKARTA — Kebiasaan menenggak kopi saat tubuh terasa lelah ternyata tidak dianjurkan. Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp. G.K menjelaskan bahwa kafein justru mempercepat hilangnya cairan dan elektrolit penting dalam tubuh.

"Justru kalau (minum) kopi ya bikin kita akan merasa ada stimulan sesaat ya (saat lelah itu)," kata Diana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Menurut Diana, kopi memiliki sifat diuretik. Kafein merangsang ginjal memproduksi lebih banyak urine sekaligus mengeluarkan natrium dari tubuh. Akibatnya, cairan elektrolit yang dibutuhkan untuk menjaga energi, stamina, dan fokus justru ikut terbuang.

Efek Diuretik Kafein: Kenapa Tubuh Makin Cepat Lelah?

Proses buang air kecil yang lebih sering mempercepat dehidrasi. Padahal, saat lelah, tubuh sangat membutuhkan cairan dan elektrolit untuk memulihkan fungsi otot serta sistem saraf.

"Tubuh kita ini unik dan memang kebanyakan (kandungannya) terdiri dari cairan. Justru 60 sampai 65 persen tubuh kita itu isinya cairan yang isinya ada air, darah, plasma dan elektrolit," tambah Diana.

Meski demikian, Diana mengatakan kopi tetap boleh diminum pada saat tertentu. Misalnya sebagai minuman pre-workout sebelum berolahraga. Namun, ia mewajibkan untuk diimbangi dengan rehidrasi yang cukup.

"Jadi memang kalau memang butuh kopi sebagai pre-workout silahkan. Tapi pastikan, tadi, rehidrasilah dengan cairan. Cairan cukup, elektrolit juga cukup," ujar dia.

Alternatif Pengganti Kopi: Minuman Elektrolit untuk Pemulihan Energi

Diana secara khusus mengingatkan masyarakat yang gemar berolahraga untuk tidak mengandalkan kopi sebagai penahan lelah. Minuman yang mengandung elektrolit dinilai jauh lebih efektif untuk mengembalikan energi.

Ia menyampaikan ada empat jenis elektrolit dalam tubuh: natrium, kalium, kalsium, dan magnesium. Keempatnya melengkapi fungsi yang tidak diberikan oleh air putih biasa. Senyawa elektrolit berfungsi membantu keseimbangan cairan, mendukung fungsi otot saat kontraksi maupun relaksasi, hingga mengatur tekanan darah dan fungsi jantung.

Hal lain yang ditekankan Diana adalah kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Jumlahnya harus disesuaikan dengan berat badan masing-masing individu. Tidak ada takaran tunggal yang berlaku untuk semua orang.

"Tubuh kita ini unik," tegasnya menutup penjelasan.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks