DENPASAR — Kantor Regional BRI Denpasar melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menembus angka Rp 4,272 triliun hingga April 2026. Dana tersebut tersalur kepada lebih dari 143.000 debitur yang tersebar di tiga provinsi, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Regional CEO BRI Denpasar, John Sarjono, menyebutkan bahwa pembiayaan ini menjadi motor penggerak bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar. “Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di berbagai daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media, Senin.
UMKM di Tiga Provinsi Jadi Sasaran Utama
Penyaluran KUR tidak hanya menyasar kota-kota besar seperti Denpasar, Mataram, atau Kupang. BRI memastikan dana mengalir hingga ke pelosok desa di ketiga provinsi. Sektor perdagangan, pertanian, dan perikanan menjadi penyerap terbesar kredit ini.
Di Bali, misalnya, banyak pelaku UMKM di sektor pariwisata dan kerajinan yang memanfaatkan KUR untuk modal kerja pasca-pemulihan ekonomi. Sementara di NTB dan NTT, petani jagung, peternak sapi, dan nelayan tradisional menjadi debitur dominan.
Bunga Rendah Jadi Daya Tarik Utama
KUR dari BRI menawarkan suku bunga kompetitif yang lebih rendah dibandingkan kredit komersial biasa. Plafon pinjaman pun bervariasi, mulai dari Rp 10 juta untuk usaha mikro hingga Rp 500 juta untuk sektor tertentu. Syarat administrasi yang lebih sederhana juga menjadi alasan tingginya minat pelaku UMKM terhadap program ini.
John Sarjono menambahkan, pihaknya terus mendorong literasi keuangan agar debitur tidak hanya mampu mengakses modal, tetapi juga mengelola keuangan usaha dengan baik. “Kami tidak hanya menyalurkan kredit, tapi juga pendampingan agar UMKM naik kelas,” katanya.
Target Penyaluran Terus Ditingkatkan
Hingga akhir tahun 2026, BRI Regional Denpasar menargetkan realisasi KUR bisa bertambah signifikan. Pemerintah pusat sendiri telah mengalokasikan plafon KUR nasional yang lebih besar tahun ini, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi yang didorong dari sektor riil.
Bagi pelaku UMKM di Bali, NTB, dan NTT yang belum mendapatkan akses, BRI membuka pengajuan melalui kantor cabang terdekat atau platform digital BRISPOT. Persyaratan utama adalah memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan serta tidak sedang menerima kredit perbankan lainnya.