Pencarian

Penyuluh Agama Hindu Gianyar Latih Anak-Anak di Banjar Apuh Sebatu Lewat Tradisi dan Budaya, Bentengi Generasi Muda dari Degradasi Moral

Minggu, 17 Mei 2026 • 21:05:06 WIB
Penyuluh Agama Hindu Gianyar Latih Anak-Anak di Banjar Apuh Sebatu Lewat Tradisi dan Budaya, Bentengi Generasi Muda dari Degradasi Moral
Penyuluh Agama Hindu Gianyar mengajarkan tradisi dan budaya kepada anak-anak Banjar Apuh sebagai upaya pelestarian nilai lokal.

GIANYAR — Semangat pelestarian budaya dan penguatan karakter keagamaan terus digaungkan di lingkungan sekolah dasar di Banjar Apuh, Desa Sebatu. Kali ini, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan pembinaan non-akademik bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Bukan Sekadar Mengaji, Tapi Juga Belajar Tradisi

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pendidikan agama secara tekstual. Anak-anak diajak untuk mengenal dan mempraktikkan langsung tradisi serta budaya lokal yang sarat nilai-nilai spiritual. Metode ini dinilai lebih efektif untuk menanamkan karakter sejak dini.

Penyuluh Agama Hindu setempat menanamkan nilai-nilai kearifan lokal melalui aktivitas yang interaktif. Anak-anak tidak hanya duduk mendengarkan ceramah, tetapi juga terlibat dalam permainan dan praktik budaya yang menyenangkan.

Mengapa Tradisi Lokal Jadi Senjata Lawan Degradasi Moral?

Di tengah derasnya arus informasi dan budaya asing, pendekatan melalui tradisi lokal dianggap sebagai tameng paling kuat. Nilai-nilai seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan rasa syukur kepada Tuhan terkandung dalam setiap ritual dan permainan tradisional yang diajarkan.

"Kami ingin anak-anak mencintai budayanya sendiri. Dengan begitu, mereka akan memiliki pondasi moral yang kuat dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif," ujar salah satu penyuluh yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pembinaan Non-Akademik: Melengkapi Pendidikan Formal

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan non-akademik yang rutin digelar. Tujuannya adalah melengkapi pendidikan formal yang sudah diperoleh anak-anak di sekolah. Keseimbangan antara pengetahuan umum dan karakter menjadi fokus utama.

Orang tua yang hadir menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai, kegiatan semacam ini sangat jarang ditemui dan memberikan dampak positif bagi perkembangan mental dan sosial anak-anak di Banjar Apuh.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan diperluas ke banjar-banjar lain di Kecamatan Tegallalang. Hal ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama Gianyar dalam menjaga warisan budaya sekaligus membangun generasi yang berakhlak mulia.

Bagikan
Sumber: baliexpress.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks