DENPASAR — Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar menyiagakan 4.011 kader untuk memperkuat transformasi layanan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh wilayah desa dan kelurahan. Sinergi ini dipertegas dalam aksi sosial "Membina dan Berbagi" bersama Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di Kelurahan Pemecutan dan Kelurahan Peguyangan, Senin (4/5).
Sebanyak 459 kelompok Posyandu di Ibu Kota Provinsi Bali kini mulai bertransformasi menuju layanan era baru. Transformasi tersebut tidak hanya menyasar sektor kesehatan, tetapi mencakup enam bidang utama sesuai standar pelayanan publik yang ditetapkan pemerintah.
Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menyelaraskan program daerah dengan visi provinsi. Penguatan kapasitas kader menjadi kunci utama agar layanan menyentuh langsung lapisan masyarakat terbawah.
Transformasi 459 Kelompok Posyandu Denpasar Menuju Era Baru
Saat ini, Kota Denpasar memiliki 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa dan 16 kelurahan. Seluruh kelompok tersebut telah mengantongi Surat Keputusan (SK) resmi dari perbekel maupun lurah setempat sebagai legalitas operasional layanan 6 SPM.
"Penguatan Posyandu menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat," ujar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menerima kunjungan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Ayu Kristi menambahkan, struktur pembinaan telah terbentuk secara berjenjang. Terdapat empat Tim Pembina Posyandu Kecamatan, 27 Tim di tingkat desa, serta 16 Tim di tingkat kelurahan yang rutin berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengarah.
Fokus Layanan 6 SPM dan Distribusi Bantuan Kader
Layanan Posyandu era baru di Denpasar kini mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketertiban dan keamanan. Pada aksi sosial kali ini, pembinaan menyasar 98 kader di Kelurahan Pemecutan dan 78 kader di Kelurahan Peguyangan.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menyerahkan langsung bantuan sosial berupa beras, telur, dan susu kepada para kader. Program "Membina dan Berbagi" ini dirancang sebagai agenda berkelanjutan untuk mengapresiasi kinerja ujung tombak pelayanan masyarakat.
Kelurahan Pemecutan tercatat mengelola 14 kelompok Posyandu, sementara Kelurahan Peguyangan memiliki 13 kelompok. Seluruhnya telah mengimplementasikan integrasi layanan enam bidang tersebut guna mempercepat target kesejahteraan warga kota.
Integrasi Penanganan Sampah Berbasis Sumber di Lingkungan Posyandu
Selain penguatan kapasitas layanan dasar, kader Posyandu kini memiliki peran tambahan dalam pelestarian lingkungan. Ny. Putri Koster mendorong kader untuk aktif menggerakkan program Palemahan Kedas (Padas) atau penanganan sampah berbasis sumber.
"Perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan desa guna mewujudkan pola hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan," ujar Putri Koster.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat di sekitar titik layanan Posyandu. Pemerintah Kota Denpasar melalui dinas terkait akan terus memantau perkembangan transformasi ini agar standar pelayanan minimal dapat terpenuhi secara merata di seluruh kecamatan.