Pencarian

Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Senin, Dex Rp 27.900

Senin, 04 Mei 2026 • 11:22:02 WIB
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Senin, Dex Rp 27.900
Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai 4 Mei 2026.

PT Pertamina menaikkan harga bahan bakar nonsubsidi mulai Senin (4/5) dengan Pertamax Turbo naik Rp 500 menjadi Rp 19.900 per liter, sementara Dexlite dan Dex masing-masing mencapai Rp 26.000 dan Rp 27.900 per liter. Kenaikan Dex paling signifikan, lonjak Rp 4.000 per liter dalam dua minggu, sementara harga BBM subsidi Pertalite tetap stabil di Rp 10.000 per liter.

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga produk bahan bakar nonsubsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sejak Senin (4/5/2026). Kenaikan berlaku di seluruh jaringan SPBU nasional berdasarkan informasi di laman mypertamina.id.

Rincian Kenaikan Harga

  • Pertamax Turbo: Rp 19.900 per liter (naik Rp 500 dari Rp 19.400 pada 18 April 2026)
  • Dexlite: Rp 26.000 per liter (naik Rp 2.400 dari Rp 23.600)
  • Pertamina Dex: Rp 27.900 per liter (naik Rp 4.000 dari Rp 23.900)
  • Pertamax: Tetap Rp 12.300 per liter (SPBU) dan Rp 12.200 per liter (Pertashop)
  • Pertamax Green 95: Tetap Rp 12.900 per liter
  • Pertalite (subsidi): Tetap Rp 10.000 per liter
  • Biosolar (subsidi): Tetap Rp 6.800 per liter

Dex mengalami lonjakan terbesar dalam periode dua minggu. Harga ini berlaku di wilayah Jakarta dan akan disesuaikan berdasarkan lokasi geografis untuk wilayah lain.

Produk Subsidi Tidak Berubah

Pemerintah melalui Pertamina tetap menahan harga bahan bakar subsidi. Pertalite dan Biosolar tidak mengalami penyesuaian sejak pengumuman terakhir, mencerminkan komitmen stabilisasi harga untuk jenis BBM yang digunakan mayoritas pengguna kendaraan bermotor dan transportasi umum.

Dampak bagi Pengguna

Kenaikan berlaku pada semua produk BBM premium nonsubsidi. Pengguna kendaraan bermesin diesel akan merasakan dampak signifikan, terutama sektor transportasi komersial dan industri yang bergantung pada Dex sebagai bahan bakar utama. Untuk pengguna Pertalite dan Biosolar, harga tetap terjangkau meski bahan bakar berkualitas lebih rendah dibanding produk premium.

Penyesuaian harga nonsubsidi umumnya terkait fluktuasi harga minyak mentah global dan nilai tukar rupiah. Pertamina melakukan revisi berkala untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar internasional sambil mempertahankan daya beli masyarakat pada segmen subsidi.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks