Carragher Kritik Belanja Liverpool Usai Kalah 3-2 dari Fenerbahce

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 05 November 2026 | 17:08:31 WIB
Kekalahan Liverpool 3-2 dari Fenerbahce di Liga Champions menjadi sorotan tajam Jamie Carragher terhadap kebijakan belanja klub.

BALI — Liverpool tumbang 3-2 di markas Fenerbahce pada laga Liga Champions, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, meski sempat unggul 2-1 saat laga tersisa 20 menit. Jamie Carragher menilai kekalahan itu membuktikan skuad mahal Liverpool tidak sepadan dengan uang yang dikeluarkan klub di bursa transfer.

Duel di Istanbul berjalan pahit bagi Liverpool. Trey Nyoni membuka keunggulan, Alexander Isak menambah gol kedua, tetapi Fenerbahce bangkit dan membalik keadaan menjadi 3-2. Kekalahan ini membuat tim asuhan Iraola menelan dua kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak ia menempati kursi pelatih Anfield.

Nyoni dan Ngumoha Bersinar, Barcola Justru Tenggelam

Di tengah hasil buruk, dua remaja Liverpool justru tampil paling menonjol. Nyoni mencetak gol pembuka dan menjadi pencetak gol termuda kedua Liverpool di ajang Liga Champions. Rio Ngumoha juga berulang kali merepotkan lini belakang Fenerbahce.

Sebaliknya, Bradley Barcola yang didatangkan seharga 120 juta poundsterling tampil datar saat dimainkan sebagai penyerang tengah. Menurut catatan, Barcola hanya mencetak gol dalam satu dari 13 penampilannya bersama klub sejauh ini.

Carragher menyoroti kontras tersebut sebagai indikasi masalah rekrutmen. "Trey Nyoni dan Rio Ngumoha adalah pemain terbaik Liverpool, dan mereka juga tampil begitu sepekan lalu melawan Chelsea," ujarnya seperti dikutip CBS Sports.

"Tapi mereka bermain di posisi yang sama dengan pemain-pemain yang dibeli Liverpool dengan harga mahal," lanjut mantan bek Liverpool itu.

Beban Gaji Besar di Tengah, Sorotan Utama Carragher

Kritik Carragher tidak berhenti pada Barcola. Ia juga menyoroti kontrak besar yang diberikan Liverpool kepada Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai pada musim panas lalu. Gravenberch bahkan dicadangkan di akhir pekan demi memberi ruang bagi Nyoni, sementara Szoboszlai tampil kurang meyakinkan melawan Fenerbahce.

"Anda bisa membayangkan angka yang mereka terima, dan ketika pemain muda di lini tengah bermain di depan mereka, itu menimbulkan pertanyaan soal ke mana uang Anda dibelanjakan," kata Carragher.

"Pada dasarnya Anda belum membelanjakan uang dengan cukup baik," tegasnya.

Data belanja Liverpool tiga musim terakhir memperkuat kritik tersebut. Pada 2025/26 klub menggelontorkan dana besar untuk Isak (125 juta poundsterling), Florian Wirtz (116 juta), dan Hugo Ekitike (79 juta). Musim ini Liverpool menambah Barcola (123 juta), Jeremy Jacquet (60 juta), dan Victor Munoz (34,5 juta).

Lini Belakang Senior Jadi Biang Kekalahan

Analisis Sky Sports menyoroti ketimpangan usia di starting XI Liverpool. Rata-rata usia trisula depan kurang dari 22 tahun, sementara lini belakang mendekati 30 tahun. Di laga sekrusial Liga Champions, pengalaman seharusnya menjadi penentu, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Gol pertama Fenerbahce lahir dari tembok pertahanan yang buruk, dengan Jacquet terkena defleksi. Gol kedua berawal dari marking dan komunikasi yang kacau. Gol ketiga menjadi kegagalan terbesar: Vedat Muriqi lepas dari penjagaan Virgil van Dijk, melewati tiga pemain Liverpool yang statis, dan menanduk bola melewati Alisson.

Iraola semestinya bisa bersandar pada lima pemain belakang berpengalaman untuk bangkit setelah kekalahan di Anfield. Kenyataannya, justru lini pertahanan itu yang menjadi penyebab kekalahan beruntun pertamanya bersama Liverpool.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: skysports.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top