NEGARA — Staf Analis Stasiun Klimatologi BMKG Bali, Trayi Budi Samantu, menyatakan potensi hujan ringan hingga lebat masih akan berlangsung sepanjang bulan ini, bahkan diperkirakan berlanjut hingga pertengahan dan akhir November. Hujan diperkirakan turun dalam durasi singkat, namun bisa disertai kilat, petir, serta angin kencang.
"Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih ada. Bahkan, dalam durasi singkat bisa disertai petir dan angin kencang," jelas Trayi pada Selasa, 3 November 2026.
Hujan berdurasi singkat dengan intensitas tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor di wilayah-wilayah rawan. BMKG meminta masyarakat tidak menganggap remeh perubahan cuaca yang terjadi.
Saat hujan disertai angin kencang melanda, warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon rindang. Berada di dekat bangunan dan benda tinggi yang rawan roboh juga perlu dihindari.
Kekeringan panjang dilaporkan masih bertahan di sebagian wilayah Bali bagian utara. Kondisi itu menandakan proses peralihan musim atau pancaroba belum berlangsung merata di seluruh daerah Bali.
Sebagian daerah mulai berpeluang diguyur hujan deras, sementara wilayah lainnya masih mengalami keterbatasan curah hujan. Perbedaan kondisi ini yang membuat BMKG menekankan pentingnya pemantauan informasi cuaca secara berkala.
Masyarakat diimbau selalu memantau perkembangan pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG. Langkah itu untuk mengantisipasi potensi bencana sejak dini, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor.
Imbauan ini berlaku sepanjang November 2026, dengan puncak potensi hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan muncul pada pertengahan hingga akhir bulan.