Film We Are Aliens Menang Shooting Star Award di HIFF ke-46

Penulis: Eri Subagio  •  Senin, 02 November 2026 | 16:54:31 WIB
Film animasi We Are Aliens karya Kadowaki K?hei meraih Shooting Star Award di Hawai'i International Film Festival ke-46.

BALI — Film animasi garapan sutradara Jepang Kadowaki K?hei, We Are Aliens, meraih Kau Ka H?k? (Shooting Star) Award di Hawai'i International Film Festival (HIFF) ke-46. Penghargaan dipersembahkan Hawaiian Airlines untuk film pertama atau kedua sineas internasional, dengan nominasi dipilih programmer festival dan pemenang ditentukan juri internasional. We Are Aliens sebelumnya tayang perdana dunia di Cannes.

Pengumuman pemenang hadiah juri HIFF ke-46 berlangsung di resepsi penghargaan di Halekulani Hotel, Waik?k?. We Are Aliens menyisihkan nominee lintas fiksi dan nonfiksi yang dipilih tim programmer festival. Film ini mengikuti persahabatan masa kecil yang retak akibat insiden tampak sepele, lalu menelusuri dampaknya selama tiga dekade.

Alasan Juri Memilih We Are Aliens

Juri memberikan penghargaan tertinggi karena film dinilai menghadirkan masa kecil secara fisik lewat animasi gambar tangan, rotoscoping, dan dialog yang terasa seperti percakapan nyata. Mereka juga menyoroti kemampuan film menangkap kekejaman yang dipelajari anak-anak satu sama lain dan cara memori mengolahnya.

"For giving childhood a physical presence through hand-drawn animation, rotoscoping and dialogue that feels overheard, and for capturing the cruelty children learn from one another and what memory eventually makes of it, we unanimously give Kadowaki K?hei's 'We Are Aliens' the Kau Ka H?k? Award," ujar dewan juri. Mereka menambahkan pujian tertinggi untuk kekuatan emosional yang menurut mereka jarang muncul di film debut.

Dewan juri terdiri dari Samuel Jamier, presiden New York Asian Film Festival; Jesse Hawthorne Ficks, kritikus film dan produser San Francisco Bay Guardian; serta Mia Lee Vicino, jurnalis film dan mantan editor West Coast Letterboxd. Mereka memberi honorable mention untuk The Seoul Guardians.

Kemenangan Film Made in Hawai'i

Making the Line karya Zilla Barbosa dinobatkan sebagai best Made in Hawai'i feature. Juri menilai film ini menangkap perjalanan emosional intens yang biasanya terjadi di balik layar, sekaligus merayakan kegigihan yang dibutuhkan untuk menjaga keunggulan Hawaii. Juri menyebutnya debut gemilang sineas asal Hilo yang lama berkarya di musik dan radio.

The Man and the Tree arahan Justyn Ah Chong meraih dua hadiah sekaligus: best Made in Hawai'i short yang membuka jalan kualifikasi Oscar, dan penghargaan film pendek Pacific Award yang tahun ini digelar pertama kali. Juri Made in Hawai'i menilai film naratif itu menampilkan bobot siklus hidup utuh dari sudut pandang Native Hawaiian.

Kukulu karya Aukai Lagiri mendapat honorable mention di kategori Made in Hawai'i short. Lahaina: Voices of Change arahan Ty Sanga juga menerima honorable mention dari juri Made in Hawai'i maupun Pacific Award. Juri Made in Hawai'i beranggotakan Michelle Sugihara dari Coalition of Asian Pacifics in Entertainment (CAPE), Taylour Chang dari Bishop Museum, dan produser sekaligus location manager Kent Matsuoka.

The Navigator dan Faceless di Jalur Oscar

Jordan Manley's The Navigator menang Pacific Award untuk best feature, yang dipersembahkan HIFF bersama Pacific Islanders in Communications. Juri menilai inti film adalah transmisi pengetahuan masyarakat adat dari satu generasi ke generasi berikutnya, soal keajaiban yang dicari tapi tak selalu ditemukan. Juri kategori ini melibatkan sineas Selandia Baru kelahiran Samoa Miki Magasiva, akademisi Native Hawaiian Noelle Kahanu, dan produser independen Averie Joy Maikalima O Makua Huffine.

HIFF Best Short Film Award, yang juga membuka kualifikasi Oscar untuk film pendek internasional, jatuh ke Faceless karya Fraser Pemberton dan William Jaka. Drama-thriller Australia itu mengikuti seorang pria Warlpiri yang menjalani tiga kehidupan paralel di sepanjang Birrarung-Ga (Sungai Yarra) di Naarm (Melbourne). "Every one of us arrived at the same word: wow. A unanimous wow," ujar juri. "It's a film that keeps unfolding after it ends."

A Girl Unknown dan Catatan Festival

A Girl Unknown karya Zou Jing dari China meraih Netpac/USA Award dari 12 nominee. HIFF menjadi satu-satunya festival di Amerika Serikat yang diizinkan memberikan hadiah Network for the Promotion of Asian-Pacific Cinema, yang juga diberikan di Berlin, Cannes, Venice, Toronto, Rotterdam, dan Busan. Juri menyebutnya kisah manusia yang sabar dan berlapis, tentang perempuan muda yang mencari jalan bertahan dari penindasan dan meraih masa depannya sendiri.

Direktur eksekutif HIFF Jean H. Lee menyatakan para pemenang tahun ini mencerminkan kekuatan dan keragaman penceritaan sinematik di Hawai'i dan kawasan sekitarnya. Festival juga menyampaikan terima kasih kepada para juri yang terlibat.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top