JIMBARAN — Rangkaian Rakornas SP Pegadaian 2026 resmi dibuka oleh Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Budi Wahju Soesilo. Pembukaan menandai dimulainya agenda koordinasi nasional yang mempertemukan perwakilan anggota serikat pekerja dari seluruh Indonesia dengan manajemen perusahaan.
Forum empat hari di Jimbaran ini diposisikan sebagai wadah konsolidasi dan penyelarasan komitmen antara Serikat Pekerja dan manajemen. Arahnya mendukung transformasi perusahaan menuju Pegadaian 2030.
Rakornas membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi fokus kerja serikat pekerja dan manajemen. Berikut poin-poinnya:
Kelima agenda itu dibahas dengan semangat "One Commitment, Shared Future" sebagai landasan bersama. Prinsipnya, seluruh insan Pegadaian bergerak dalam satu arah dan tujuan yang selaras.
Ketua Umum SP Pegadaian Mufri Yandi menegaskan serikat pekerja tidak cukup hanya solid memperjuangkan aspirasi anggota. Menurutnya, kapabilitas untuk berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan sama pentingnya.
"Serikat Pekerja tidak cukup hanya solid dalam memperjuangkan aspirasi anggotanya, tetapi juga harus memiliki kapabilitas untuk berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan. Soliditas harus diterjemahkan menjadi kolaborasi, sementara kapabilitas harus diwujudkan melalui peningkatan produktivitas, profesionalisme, dan daya saing pekerja," ujar Mufri Yandi.
Mufri menempatkan kesejahteraan pekerja dan kemajuan perusahaan sebagai dua hal yang saling berkaitan. Keduanya, kata dia, harus berjalan beriringan, bukan dipertentangkan.
"Kami meyakini bahwa perusahaan yang kuat membutuhkan pekerja yang kompeten, produktif, dan sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan pekerja yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui perusahaan yang sehat, kompetitif, dan terus bertumbuh. Karena itu, kepentingan perusahaan dan pekerja tidak semestinya dipertentangkan, melainkan harus dikelola sebagai kekuatan bersama," tambahnya.
Mufri juga menyoroti komitmen seluruh pihak dalam menjalankan kesepakatan hubungan industrial, termasuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Menurutnya, pencapaian terbesar bukan pada penandatanganan, melainkan pada konsistensi pelaksanaannya.
"Keberhasilan menyepakati Perjanjian Kerja Bersama merupakan satu pencapaian penting. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana seluruh pihak menjalankan, menghormati, dan menjaga kesepakatan tersebut secara konsisten. Hubungan industrial yang kuat dibangun bukan hanya melalui kesepakatan di atas kertas, tetapi melalui integritas dan komitmen dalam implementasinya," tegasnya.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra Edy Purwanto menilai sinergi manajemen dan Serikat Pekerja menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Sinergi itu sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan.
"Serikat Pekerja memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis sekaligus mendorong kemajuan perusahaan. Dengan komunikasi yang terbuka, kolaborasi yang konstruktif, serta semangat untuk terus meningkatkan kompetensi, kami optimistis seluruh insan Pegadaian dapat bergerak dalam satu arah untuk mewujudkan Pegadaian yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing menuju Pegadaian 2030," ujar Edy Purwanto.
Direktur Human Capital PT Pegadaian Tribuana Tunggadewi menekankan pentingnya keselarasan komitmen antara manajemen dan Serikat Pekerja. Keselarasan itu dibutuhkan untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan perusahaan.
"Semangat 'One Commitment, Shared Future' menjadi landasan bersama untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan, serta memastikan seluruh insan Pegadaian memiliki arah dan tujuan yang selaras dalam mewujudkan masa depan perusahaan. Rakornas 2026 juga menjadi forum untuk memperkuat kesiapan pekerja menghadapi transformasi BUMN di bawah Danantara, termasuk dinamika pengembangan talenta, peningkatan kompetensi, dan tuntutan daya saing yang semakin tinggi," ujar Tribuana Tunggadewi.
Tribuana juga secara resmi menutup rangkaian kegiatan Rakornas SP Pegadaian 2026. Penutupan menjadi penegasan atas komitmen bersama yang dibangun selama empat hari pertemuan di Jimbaran.