Harga Gula Pasir di Tabanan Naik 3 Persen Usai Sepekan Kelangkaan BBM, Disperindag Sebut Biaya Distribusi Meningkat

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48:01 WIB
Harga gula pasir di Tabanan naik sekitar 3 persen menurut pantauan Disperindag Tabanan.

TABANAN — Kenaikan harga gula pasir di Tabanan terjadi di tengah belum pulihnya kelancaran distribusi barang setelah kelangkaan BBM lebih dari sepekan. Sukanada menyebut selisih harga muncul karena pedagang menanggung ongkos angkut yang lebih tinggi dari jalur pasokan luar Bali.

Berapa Besar Kenaikan Harga Gula Pasir di Tabanan

Menurut Disperindag Tabanan, kenaikan harga gula pasir tercatat sekitar 3 persen. Angka itu muncul dari pantauan harga kebutuhan pokok di pasar selama periode kelangkaan BBM.

Gula pasir menjadi salah satu komoditas pertama yang bereaksi karena pasokannya bergantung pada pengiriman jarak jauh. Barang yang didatangkan dari luar Bali menanggung biaya transportasi paling besar saat BBM sulit diperoleh.

Mengapa Biaya Distribusi Jadi Pemicu Utama

Sukanada menjelaskan kenaikan harga bukan karena kelangkaan stok gula di pasaran. Persoalannya ada pada biaya distribusi yang meningkat selama periode sulit BBM.

"Ada kenaikan harga gula pasir. Dimana kenaikan ini karena kenaikan biaya distribusi," ujar Sukanada, Selasa (20/10/2026).

Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan harga kali ini bersumber dari sisi logistik, bukan dari berkurangnya pasokan di gudang pedagang.

Kondisi BBM di Tabanan Kini Berangsur Normal

Lebih dari sepekan warga Tabanan kesulitan mendapatkan BBM. Kondisi itu berdampak langsung pada aktivitas angkutan barang antardaerah.

Meski pasokan BBM sekarang sudah berangsur normal, efek kelangkaan belum sepenuhnya hilang. Harga kebutuhan pokok butuh waktu untuk kembali ke level sebelumnya karena stok yang beredar dibeli saat ongkos angkut masih tinggi.

Apa yang Perlu Dicermati Warga Tabanan

Disperindag Tabanan belum menyebut target waktu penurunan harga gula pasir. Pemantauan harga kebutuhan pokok tetap dilakukan untuk melihat pergerakan dalam beberapa hari ke depan.

Bagi warga, kenaikan 3 persen memang tergolong kecil. Namun pada komoditas yang dibeli rutin, selisih itu menambah pengeluaran rumah tangga, terutama di kampung dan kelurahan dengan akses pasar terbatas.

Pedagang di pasar tradisional Tabanan juga masih menyesuaikan harga jual dengan modal yang mereka keluarkan selama kelangkaan BBM.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: bali.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top