BALI — Tiga unit Maextro V800 mengalami patah pedal rem saat pengujian pengereman dari 100 ke 0 km/jam yang dilakukan platform Dongchedi. Produsen yang dibangun JAC Group bersama Huawei ini berjanji mengganti komponen gratis untuk pemilik yang khawatir, meski menyebut kegagalan terjadi pada kondisi pengujian ekstrem non-standar.
Pengujian yang diunggah ke Dongchedi, platform konten otomotif milik ByteDance, memperlihatkan pedal rem ambles hingga dasar footwell dan menggantung setelah pengemudi menekan keras. Dua unit pertama yang diuji berjarak tempuh rendah patah pada percobaan ketiga dan keempat, sementara unit ketiga yang dibeli baru langsung jebol di percobaan kedua.
Setiap kegagalan memaksa penguji segera mengaktifkan gigi Park sebagai rem darurat. Metode itu memang menghentikan kendaraan, tetapi tidak dalam waktu cepat seperti terlihat di rekaman.
Analisis setelah pengujian menyoroti tiga masalah pada desain komponen pedal, mengutip laporan CarNewsChina. Pertama, pedal rem V800 tergolong panjang sehingga jarak antara titik poros tengah dan ujung pijakan kaki terlalu jauh.
Kedua, penyangga pedal dinilai kurang memadai. Ketiga, kekuatan material diduga tidak mencukupi untuk menahan beban pengereman darurat berulang.
Pembelian unit baru itu dilakukan penguji untuk memastikan apakah kegagalan bersifat kebetulan. Hasilnya membantah dugaan tersebut.
Maextro menyatakan akan memasang komponen baru bagi pemilik yang merasa terdampak. Namun nada pernyataannya cenderung meremehkan tingkat keparahan masalah, menurut laporan CnEV Post.
Posisi pabrikan adalah cacat ini ditemukan dalam "kondisi pengujian ekstrem non-standar", dan sistem pengereman V800 disebut melampaui standar Kementerian Transportasi China maupun standar industri. Maextro juga menegaskan belum ada laporan kegagalan serupa pada kendaraan pelanggan.
Pernyataan itu belum tentu menenangkan pemilik yang sudah menerima unit. Pedal rem patah saat pengereman darurat termasuk kegagalan paling berbahaya di jalan, karena menghilangkan kendali utama pengemudi pada momen paling kritis.
V800 sendiri merupakan van mewah hasil kolaborasi JAC Group dan Huawei, dua nama besar yang menargetkan segmen premium. Kasus ini menambah daftar panjang pertanyaan soal kesiapan pabrikan China menguji komponen mekanis kritis, di tengah percepatan produksi kendaraan listrik.
Belum ada keterangan resmi soal apakah penggantian komponen berlaku juga untuk unit di luar China, termasuk kemungkinan masuknya model ini ke pasar Indonesia. Pemilik V800 di China disarankan menghubungi jaringan layanan resmi untuk memeriksa status komponen pedal rem unit masing-masing.