BALI — Mazda CX-6e akan resmi diluncurkan di Thailand pada 7 Oktober mendatang dengan klaim jarak tempuh 484 km versi WLTP. SUV listrik ini diimpor utuh dari China dan diperkirakan dibanderol di atas 1 juta baht, menghadapi pajak cukai baru yang bisa naik hingga 30 persen.
Mazda CX-6e menjadi langkah kedua pabrikan Jepang itu di segmen kendaraan listrik murni setelah sebelumnya merilis sedan Mazda 6e. Menurut informasi dari Autolifethailand, CX-6e akan resmi diluncurkan dan harganya diumumkan di Thailand pada tanggal 7 Oktober mendatang.
CX-6e hanya akan ditawarkan sebagai kendaraan listrik sepenuhnya dengan satu pilihan powertrain. Mobil ini mengandalkan motor listrik tunggal yang dipasang di belakang dengan daya 190 kW, dipadukan dengan paket baterai LFP berkapasitas 78 kWh.
Jangkauan yang diklaim berdasarkan standar WLTP mencapai 484 km. Angka ini menempatkan CX-6e di segmen SUV listrik menengah yang bersaing ketat di pasar Asia Tenggara.
Dari segi performa, mobil ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 7,9 detik dan mencapai kecepatan tertinggi 185 km/jam. Kombinasi motor belakang dan baterai LFP ini menunjukkan orientasi CX-6e pada efisiensi harian ketimbang performa ekstrem.
Kendaraan ini mendukung pengisian cepat DC dengan daya maksimum 195 kW. Dengan kapasitas itu, pengisian daya dari 10 persen hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu 24 menit.
Saat menggunakan pengisian daya AC, daya keluaran dapat mencapai hingga 11 kW. Waktu yang dibutuhkan untuk terisi penuh sekitar 8,5 jam, cocok untuk pengisian semalaman di rumah.
Mirip dengan sedan listrik Mazda 6e, CX-6e juga akan diimpor sebagai unit utuh atau CBU dari China. Skema ini membuat harga jualnya bergantung pada kebijakan pajak impor yang berlaku di Thailand.
CX-6e diperkirakan akan dibanderol di atas 1 juta baht. Mobil ini juga akan dikenakan pajak cukai baru yang diterapkan pada kendaraan listrik impor di negara tersebut, yang diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 30 persen.
Kehadiran CX-6e menambah pilihan di segmen SUV listrik yang semakin ramai di Asia Tenggara. Dengan jarak tempuh 484 km dan pengisian cepat 24 menit, Mazda menyasar konsumen yang butuh kendaraan harian tanpa kecemasan jarak.
Namun keputusan akhir tetap bergantung pada harga. Kalau benar dibanderol di atas 1 juta baht, CX-6e harus bersaing dengan sejumlah SUV listrik CBU China lain yang sudah lebih dulu mapan di pasar regional.